Bolehkah Cuka Dijadikan Pengganti Cairan Disinfektan?

    Raka Lestari - 31 Maret 2020 16:00 WIB
    Bolehkah Cuka Dijadikan Pengganti Cairan Disinfektan?
    Ilustrasi. (Foto:Medcom.id-Yurike Budiman)
    Jakarta: Cuka terkadang digunakan sebagai pembersih rumah tangga karena bahan utamanya, asam asetat, dapat membantu memecah kotoran dan membunuh beberapa jenis kuman. Namun, kemungkinan itu bukan pilihan terbaik Anda.

    Cuka tidak terdaftar di Environmental Protection Agency (EPA) sebagai disinfektan rumah tangga yang efektif, dan tidak direkomendasikan sebagai pengganti sebagian besar produk pembersih komersial. Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan permukaan dengan larutan pemutih yang sudah diencerkan atau larutan alkohol yang dibuat dengan setidaknya 70% alkohol.

    “Meskipun cuka memiliki beberapa sifat disinfektan, tetapi cuka tidak seefektif pembersih rumah tangga biasanya,” kata Alex Berezow, PhD dari American Council on Science and Health, seperti dilansir Insider.

    Keasaman dalam cuka membuatnya berguna sebagai pembersih, karena dapat secara efektif melarutkan buih sabun dan permukaan yang bersinar.

    Namun CDC tidak terlalu menganjurkan penggunaan cuka untuk disinfektan. “Disinfektan yang mengandung isopropil alkohol atau pemutih merupakan pilihan terbaik dan Anda bisa membersihkan permukaan menggunakan larutan pemutih atau alkohol buatan sendiri,” kata Berezow.

    “Larutan air sabun merpakan disinfektan yang lebih efektif daripada cuka dan dapat digunakan di atas meja,” ujar Berezow.

    Untuk mencegah penyebaran coronavirus, CDC merekomendasikan untuk membersihkan permukaan yang terlihat kotor dengan sabun dan air dan kemudian membasmi kuman dengan larutan pemutih, larutan alkohol, atau disinfektan rumah tangga yang terdaftar di EPA.

    Akan tetapi, jika cuka adalah satu-satunya bahan disinfektan yang ada di rumah maka masih tetap bisa digunakan. Jika Anda perlu menggunakannya di rumah Anda, gabungkan cuka dengan air dengan perbandingan 1:1.

    Kombinasi ini dapat digunakan pada kompor, lantai, wastafel, meja, dinding, lemari dan jendela. Setelah itu, diamkan selama 30 menit untuk membunuh kuman.

    Asam asetat dalam cuka juga dapat merusak beberapa permukaan, sehingga cuka tidak dianjurkan untuk digunakan pada aluminium, besi cor, kayu lilin, atau batu alam.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id