Langkah Meredam Inkontinensia Urine pada Lansia

    A. Firdaus - 05 Agustus 2020 18:43 WIB
    Langkah Meredam Inkontinensia Urine pada Lansia
    Ilustrasi-Freepik
    Jakarta: Salah satu masalah gangguan kesehatan yang banyak dialami lansia adalah Inkontinensia Urine (IU). Penyakit ini terjadi ketika seseorang sulit menahan buang air kecil, sehingga kerap mengompol.

    IU merupakan salah satu gejala dalam suatu sindrom klinis berupa melemahnya otot kandung kemih, yang berfungsi menahan keluarnya urine yang kerap dialami orang usia lanjut usia ditandai dengan pengeluaran urine tanpa disadari.

    Penyakit ini sejatinya ada tiga tipe. Pertama yaitu urine bocor keluar di saat stress atau terjadi tekanan di kandung kemih. Kedua tidak dapat menahan buang air kecil ketika dorongan untuk itu muncul. Dan, ketiga merupakan golongan IU berat, terjadi karena kandung kemih sama sekali tidak mampu menampung urine, sehingga penderitanya tidak bisa mengontrol keluarnya urine.

    Dari penelitian EPIC (Expanded Prostate Cancer Index Composite) yang dilakukan pada 2008 secara global, ditemukan sekitar 348 juta orang di dunia pernah mengalami IU. Survei yang dilakukan di berbagai negara Asia didapatkan bahwa prevalensi pada beberapa bangsa Asia adalah 12,2% (14,8% pada wanita dan 6,8% pada pria).

    Salah satu cara untuk bisa meredam penyakit ini adalah dengan memakai popok untuk lansia. Terlebih produk yang digunakan memiliki keunggulan teknologi daya serap yang besar mampu mencegah terjadinya kebocoran. Seperti yang dimiliki Confidence Pants Heavy Flow.

    “Kapasitas memang ditentukan oleh banyaknya urine yang keluar, namun kita harus bisa memakai produk yang memiliki kapasitas enam kali daya serap," ujar Nirma Sofiawati selaku Head of Marketing Adult Care PT Softex Indonesia.

    Selain itu, cara meredam IU adalah melakukan pengobatan. Pengobatannya sendiri dilakukan berdasarkan penyebab, gejala yang muncul, serta tingkat keparahan gejala yang dialami. Beberapa jenis pengobatan inkontinensia urine yang dapat dilakukan adalah:

    1. Terapi memperkuat otot dasar panggul

    Tujuannya adalah untuk meningkatkan kendali atas aliran urine. Terapi ini dapat dilakukan dengan latihan menahan buang air kecil, senam Kegel, atau menjadwalkan waktu buang air kecil.

    2. Obat penghambat alfa

    Obat penghambat alfa diberikan untuk mengurangi kontraksi otot panggul dan kelenjar prostat.

    3. Suntik Botox

    Penyuntikan Botox dilakukan langsung ke dalam otot kandung kemih untuk melemaskan otot kandung kemih yang terlalu aktif.

    4. Pemasangan cincin pesarium

    Cincin pesarium digunakan untuk mencegah turunnya rahim, yang bisa mengakibatkan inkontinensia urine.

    5. Operasi

    Operasi dilakukan jika metode pengobatan nonbedah tidak efektif untuk mengobati inkontinensia urine.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id