Alien Fungi, Jamur dengan Tinta

    Sunnaholomi Halakrispen - 29 Juni 2020 06:00 WIB
    Alien Fungi, Jamur dengan Tinta
    Jamur Shaggy mane atau dikenal dengan nama alien fungi yang bisa menghasilkan cairan hitam yang digunakan sebagai tinta. (Foto: Dok. Lifeofplant.blogspot.jp)
    Jakarta: Sejak manusia mulai menulis dan melukis, tinta telah banyak digunakan dan dibuat dari berbagai bahan yang menarik. Selain dari tanaman dan mineral, nenek moyang kita membuat tinta dari sekresi cumi dan gurita.

    Tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa jamur juga bisa menghasilkan cairan hitam yang digunakan sebagai tinta?

    Alien fungi adalah salah satunya. Dikutip dari CGTN, jamur yang memiliki nama Shaggy mane atau coprinus comatus itu mungkin terlihat normal atau biasa saja ketika masih muda dan segar. Bentuknya seperti topi silinder putih yang ditutupi dengan sisik halus, menyerupai wig.

    Di Tiongkok, jamur yang disebut juga topi tinta shaggy ketika usianya muda sering dimasak dalam piring, dan disebut Jituigu. Dalam bahasa China, jitui berarti stik drum. Nama itu diberikan karena bentuknya yang seperti stik drum dan rasanya mirip dengan ayam.

    Jika tidak dimakan dengan cepat atau disimpan dalam es setelah dipetik, warna jamur akan berubah menjadi hitam dan mencair. Hal yang sama terjadi ketika jamur itu semakin tua karena cairan hitam sarat dengan spora.

    Dengan melarutkan dirinya sendiri, topi tinta shaggy akan menyebarkan spora dan memulai babak baru dari siklus hidupnya. Topi tinta lain yang terkenal, juga anggota genus coprinus, memiliki kemampuan khusus untuk menghasilkan tinta, dan dikenal sebagai tutup tinta umum (coprinopsis atramentaria).

    Cairan hitam yang dihasilkan jamur ini pernah benar-benar digunakan sebagai tinta. Kata latin atramentaria dalam nama ilmiahnya berarti tinta, yang menunjukkan fungsinya.

    Meskipun topi tinta yang umum terdengar biasa, topi tinta yang berbulu sebenarnya jauh lebih umum ditemukan. Topi tinta umum biasanya tumbuh dalam kelompok di padang rumput dan ditemukan saat akhir musim semi ke musim gugur. 

    Topi tinta yang umum juga dapat dimakan sebelum menyimpannya. Namun, jangan memakannya sambil minum alkohol. Jika Anda mengonsumsi keduanya, Anda akan merasa mual, muntah, atau bahkan geli di anggota tubuh Anda, tergantung pada seberapa banyak Anda mengonsumsinya. 

    Tetapi jika Anda berhenti, gejalanya akan hilang dalam waktu sekitar dua atau tiga jam. Dengan demikian, topi tinta umum dijuluki tippler kutukan.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id