• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Penjelasan Kenapa Menyusui Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara

Raka Lestari - 11 Oktober 2018 11:42 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Menyusui memiliki banyak manfaat, selain untuk tumbuh kembang bayi Anda ternyata menyusui juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan. Salah satunya membantu menurunkan risiko kanker payudara. 

Penelitian oleh Cancer Research UK menunjukkan bahwa kehamilan yang terlambat dan masa menyusui yang singkat di kalangan ibu-ibu perkotaan adalah alasan utama meningkatnya jumlah kasus kanker payudara secara global.  

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jika seorang wanita menyusui anaknya lebih dari 12 bulan dapat mengurangi risiko hingga 4,3 persen.

Menyusui akan menginduksi perubahan hormonal selama menyusui yang menunda periode menstruasi.  Hal tersebut dapat mengurangi paparan paparan terhadap hormon wanita, yaitu estrogen yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara. Selain itu, selama kehamilan dan menyusui wanita akan melepaskan jaringan payudara yang dapat membuang sel-sel DNA yang berpotensi memiliki kerusakan sehingga membantu mengurangi kemungkinan Anda terkena kanker payudara, dikutip dari The Health Site

Selain kanker payudara, menyusui juga dapat membantu menurunkan risiko kanker ovarium dengan mencegah ovulasi. Semakin sedikit Anda berovulasi, semakin sedikit paparan estrogen dan sel-sel abnormal yang bisa menjadi kanker. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari menyusui, Anda harus melakukannya secara eksklusif setidaknya selama enam bulan, menurut American Institute for Cancer Research dan World Health Organization. 

Sebelumnya, peneliti dari Australia menemukan bahwa wanita yang menyusui selama lebih dari 13 bulan, 63 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker ovarium daripada wanita yang menyusui kurang dari tujuh bulan.

Selain itu wanita yang menyusui banyak anak selama lebih dari 31 bulan dapat mengurangi risiko kanker ovarium mereka hingga 91 persen dibandingkan dengan wanita yang menyusui selama kurang dari 10 bulan.

 


(DEV)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.