Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia

    Anda Nurlaila - 07 September 2019 18:05 WIB
    Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia
    Ilustrasi--(Foto: Shutterstock)



    Sebagian besar orang dengan insomnia mengatakan kesulitan mematikan pikiran pada malam hari. Agar merasa lebih rileks, mandi air hangat dan menyalakan aromaterapi. 


    Jakarta: Sebagian orang dapat tidur dengan nyenyak di malam hari. Di sisi lain, ada orang yang sangat sulit memejamkan mata. Sebenarnya mengapa ada masalah tidur? 

     



    Seperti dimuat Huffington Post, sebagian besar orang dengan insomnia mengatakan kesulitan mematikan pikiran pada malam hari. Penulis The Sleep RevolutionArianna Huffington dan psikolog UCLA Jennifer Martin berbagi pendapat mengenai insomnia dan cara mengatasinya. 

    Arianna Huffington

    Menurut Huffington, terbangun di tengah malam dengan banyak hal dalam pikiran membuat transisi ke tidur lebih sulit. Ada ritual yang dapat membantu tidur lebih baik. "Tiga puluh menit sebelum tidur matikan semua perangkat elektronik dan keluarkan dari kamar," katanya. 

    Agar merasa lebih rileks, mandi air hangat dan menyalakan aromaterapi. Jika merasa cemas dan khawatir berlebih waktunya dapat diperpanjang.  Hindari menggunakan baju olahraga saat tidur, tetapi gunakan piyama. 

    "Secangkir teh camomile atau lavender, membaca buku yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Semua ini membantu mengurangi kekhawatiran  yang terbawa dari aktivitas di siang hari," katanya.

    Agar mengurangi kecemasan akan daftar tugas yang tidak pernah selesai, Huffington merekomendasikan untuk menyelesaikannya setiap hari. "Sebelum tidur, tuliskan semua hal yang perlu Anda lakukan esok hari. Ini dapat mengosongkan pikiran Anda dan meyakinkan Anda bahwa Anda tidak perlu mengingat tugas dan daftar tugas esok hari sepanjang malam." Bila sangat kesulitan tidur, meditasi dapat menghilangkan stres, meningkatkan kesadaran dan berterima kasih terhadap semua yang dialami. "Saya memiliki pengalaman meditasi terdalam dan mau tidak mau saya tertidur di beberapa titik."

    Jennifer Martin, M.D.

    Eksperimen psikologi sosial menunjukkan bahwa mencoba "menekan" pikiran membuat pikiran semakin sulit dihindari. Sehingga mengganggu tidur yang damai. 

    Sebagian orang mengalami insomnia merenung, merencanakan, berpikir dan melibatkan otak di malam hari yang tidak sengaja terbentuk. Untuk mengatasinya, ada tiga stretgi untuk menenangkan pikiran dan membantu Anda tidur.

    1. Lepaskan diri dari kehidupan sebelum tidur. Buat "zona penyangga" setidaknya 15 menit dari hari yang aktif dan malam yang tenang. Singkirkan teknologi dan pekerjaan, bersiaplah untuk tidur. Kebanyakan orang menghabiskan satu jam atau lebih untuk mempersiapkan aktivitas esok hari. Setidaknya siapkan sebagian dari waktu tersebut untuk persiapan tidur. 

    2. Berikan waktu untuk menangani pikiran Anda sebelum tidur. Hal ini sangat penting setelah menjalani aktivitas penuh tekanan seharian. Selain itu hindari kebiasaan berpikir serius di tempat tidur yang sulit diubah. 

    3. Ketika otak terlalu aktif  sehingga Anda sulit tidur, bangun dan berpikir di tempat lain. Lakukan hal dalam beberapa menit hingga Anda merasa siap untuk tidur. 

    Beberapa orang yang kesulitan mematikan pikiran memiliki gangguan tidur. "Orang dengan insomnia memiliki masalah tidur terus-menerus, selama tiga malam dalam seminggu selama tiga bulan. Ini dapat berdampak pada fungsi mereka di siang hari," katanya. Jika merasa memiliki insomnia, segera cari bantuan. American College of Physicians merekomendasikan terapi perilaku kognitif untuk insomnia sebagai pendekatan terbaik.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id