Apa itu Pneumonitis Hipersensitif?

    Sunnaholomi Halakrispen - 04 Januari 2020 14:10 WIB
    Apa itu Pneumonitis Hipersensitif?
    pneumonitis hipersensitif merupakan reaksi alergi terhadap partikel dalam debu yang dapat menyebabkan gejala seperti batuk dan sesak napas. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Anda mungkin tidak berpikir adanya masalah besar ketika Anda menghirup debu. Tetapi bagi sebagian orang, debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru yang disebut pneumonitis hipersensitif. 

    Seperti dilansir WebMD, pneumonitis hipersensitif merupakan reaksi alergi terhadap partikel dalam debu yang dapat menyebabkan gejala seperti batuk dan sesak napas. Anda dapat mengembalikan keadaan normal jika Anda dirawat lebih awal dan menghindari menghirup pemicu alergi.

    Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan pneumonitis hipersensitif ketika Anda menghirupnya, termasuk jamur, jamur, bakteri, protein, dan bahan kimia. Biasanya, sistem kekebalan atau pertahanan tubuh Anda terhadap kuman menyebabkan peradangan di paru-paru Anda saat membersihkan hal-hal yang memicu alergi.

    Setelah beberapa saat, peradangan berhenti. Tetapi pada beberapa orang yang hipersensitif, paru-paru tetap meradang dan menyebabkan gejala pneumonitis hipersensitif.

    Sulit untuk mengatakan berapa banyak orang yang menderita pneumonitis hipersensitivitas karena banyak yang tidak terdiagnosis atau keliru diduga menderita penyakit paru-paru lain, seperti asma. Penyebabnya ada di manan-mana, bahkan tanpa Anda sadari. Mungkin butuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum Anda sadar alergi terhadapnya.

    Beberapa sumber partikel yang dapat menyebabkan pneumonitis hipersensitif, yakni bulu binatang, kotoran burung, bakteri dalam uap air dari bak air panas. Kemudian juga dari jamur yang tumbuh di AC, humidifier, sistem pemanas, jerami, atau pakan ternak.

    Anda lebih berisiko terkena pneumonitis hipersensitif jika Anda memiliki pekerjaan yang membuat Anda berhubungan dengan partikel-partikel pemicunya. Jenis pekerjaan seperti bertani, kerja dokter hewan, pabrik kayu, badan penanggulangan bencana, dan sebagainya.

    Untuk mengetahui apakah Anda menderita pneumonitis hipersensitif, dokter Anda ingin tahu jenis-jenis debu yang sering Anda jumpai. Dokter akan menanyakan sejumlah pertanyaan yang nantinya akan membantu dokter menemukan perawatan terbaik bagi Anda.

    Dokter juga akan mendengarkan suara abnormal di paru-paru Anda dan akan memeriksa kadar oksigen dalam darah Anda. Sejumlah tes juga bisa dilakukan, seperti tes darah, X-ray dada atau CT scan, tes untuk melihat seberapa baik paru-paru Anda bekerja, biopsi paru-paru atau untuk mengangkat sebagian kecil jaringan paru-paru.

    Jenis dari penyakit oneumonitis hipersensitif ada tiga, yakni akut, subakut, dan kronis. Tiga jenis itu berdasarkan berapa lama Anda memiliki penyakit dan seberapa parah gejalanya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id