Lima Potensi Pemicu Penyakit Lupus

    Torie Natalova - 16 Juni 2019 11:28 WIB
    Lima Potensi Pemicu Penyakit Lupus
    Foto Ilustrasi: Shutterstock
    Jakarta: Lupus adalah penyakit autoimun. Yang berarti sistem kekebalan tubuh seseorang mulai menyerang sel dan jaringan yang sehat. Hampir 70 persen dari semua penyebab penyakit lupus digolongkan sebagai lupus sistemik yang memengaruhi organ atau jaringan utama seperti jantung, paru-paru, ginjal, atau otak.

    Sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengenali apa yang merupakan bagian dari tubuh dan apa yang bukan. Lupus dapat menimbulkan berbagai macam gejala mulai dari yang ringan seperti kekakuan, pembengkakan sendi, ruam wajah berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung, luka mulut, kejang, nyeri dada, demam, kelenjar bengkak dan jumlah darah yang sedikit.

    Menurut rheumatologis George Stojan, hingga kini belum diketahui penyebab pasti dari penyakit lupus. Tetapi, ada beberapa hal yang dikaitkan dengan lupus seperti genetika, hormon dan perubahan lingkungan.

    1. Genetika

    Lupus cenderung berkelompok dalam keluarga. Faktanya, seseorang memiliki risiko 20 kali lebih tinggi terkena lupus jika mereka memiliki saudara kandung yang terkena lupus. Mutasi gen tertentu juga berkaitan, tetapi mereka cukup langka dan tidak semua pasien memilikinya.

    2. Paparan racun

    Debu silika yang ada di beberapa bubuk pembersih dan asap rokok dapat meningatkan risiko mengembangkan lupus. Orang-orang yang terpapar silika di tempat kerja seperti penambangan atau produksi kaca, berisiko 2-5 kali lebih tinggi menderita lupus.

    3. Hormon

    Wanita pada umumnya jauh lebih mungkin memiliki lupus daripada pria. Sembilan dari 10 orang yang didiagnosis menderita lupus adalah wanita berusia antara 15 dan 44 tahun. Ini karena hormon seperti estrogen dan prolaktin yang jauh lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria.

    Hormon ini dapat membuat jalur peradangan tertentu tidak seimbang, yang mendorong lupus selama proses tersebut. Selain itu, wanita yang menjalani terapi mengandung estrogen seperti kontrasepsi oral atau terapi penggantian hormon, memiliki risiko yang secara signifikan terkena lupus.

    4. Sinar ultraviolet

    Sinar Ultra Violet (UV) dapat merusak sel seseorang, tetapi penderita lupus jauh lebih sensitif terhadap sinar ini. Sinar UV dapat memodifikasi sel-sel kulit dengan cara yang mengancam sistem kekebalan penderita lupus, hingga mengaktifkannya atau memperburuk gejalanya.

    Sinar UV dapat menyebabkan mutasi pada gen tertentu yang kemudian tidak dikenali oleh sistem kekebalan tubuh dan menjadi target, hingga sebabkan ruam lupus.

    5. Stres

    Stojan mengatakan, penderita lupus mengatakan padanya bahwa stres emosional serta fisik seperti usai menjalani operasi atau cedera, dapat memicu gejala lupus. Meski demikian, Stojan tidak mengetahui adanya model epidemiologi manusia yang menunjukkan bagaimana stres mempengaruhi lupus.

    Mengenal dan Mengobati Penyakit Lupus


    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id