Tujuh Tanda Bahaya Terjebak dalam Hubungan Kodependensi

    Anda Nurlaila - 19 April 2019 11:28 WIB
    Tujuh Tanda Bahaya Terjebak dalam Hubungan Kodependensi
    Berikut adalah tanda-tanda Anda ada di dalam sebuah hubungan kodependensi. (Foto: Pexels.com)
    Kodependensi merupakan istilah kecanduan hubungan. Seorang kodependen cenderung menghindari ketidaknyamanan atau masalah emosional demi memenuhi keinginan orang lain. Orang-orang dalam hubungan kodependensi sering kali ketakutan ketika pasangan mereka menghilang meski sebentar. Jika menghadapi ketakutan yang sangat besar akan ditinggalkan oleh pasangan, Anda mungkin bertindak ekstrem untuk mempertahankannya. 


    Jakarta:
    Saat memulai sebuah hubungan, sedikit bergantung pada pasangan terasa sangat wajar. Tetapi dalam perjalanan, hubungan dapat berubah menjadi tidak sehat seperti terlalu bergantung pada pasangan. 

    Terus-menerus melepaskan hal yang Anda inginkan atau butuhkan untuk menyenangkan pasangan, atau menutupi perilaku buruk mereka bisa menjadi peringatan Anda sedang dalam hubungan kodependen. Hubungan saling tergantung yang paling ekstrem adalah mengorbankan kesejahteraan seseorang untuk orang lain.

    Waspadai tujuh tanda-tanda Anda ada di dalam sebuah hubungan kodependensi, seperti dimuat Readers Digest:

    1. Menutupi kecanduan alkohol atau narkoba pasangan

    Pasangan yang kecanduan alkohol, obat-obatan terlarang, dan hal-hal yang berbahaya akan membuat pasangan ingin membantu menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

    Tetapi hubungan kodependensi terjadi jika Anda menutupi kebiasaan buruk pasangan demi melindunginya. Misalnya, saat pasangan yang mabuk tidak masuk kerja, Anda akan membantu dengan berbohong pada atasannya. 

    2. Mendahulukan kebutuhan pasangan demi menyenangkannya

    Kebutuhan pasangan menjadi lebih penting daripada kebutuhan Anda sendiri terjadi dalam hubungan yang tidak mandiri. Pada akhirnya, hal ini dapat melemahkan hubungan dan menghilangkan kesejahteraan salah satu pasangan. 

    Psikolog Amie M. Gordon mengatakan selalu melepaskan keinginan pribadi demi pasangan membuat Anda kehabisan energi dan waktu untuk orang lain. 

    (Baca juga: Resep Hubungan Langgeng)

    Tujuh Tanda Bahaya Terjebak dalam Hubungan Kodependensi
    (Orang-orang dalam hubungan kodependensi sering kali ketakutan ketika pasangan mereka menghilang meski sebentar. Jika menghadapi ketakutan yang sangat besar akan ditinggalkan oleh pasangan, Anda mungkin bertindak ekstrem untuk mempertahankannya. Foto: Pexels.com)

    3. Melakukan lebih daripada seharusnya dalam hubungan 

    Dalam hubungan yang saling tergantung, satu pasangan cenderung melakukan lebih banyak pekerjaan daripada pasangan lainnya, tulis Gordon.

    Itu mungkin karena satu pasangan tidak merasa mampu melakukan lebih, atau bisa juga karena pasangan itu manipulatif atau egois. Apa pun situasinya, hubungan akan menjadi tidak sehat jika salah satu pasangan melakukan sebagian besar tugas dan pekerjaan. 

    4. Merasa ingin melepaskan diri tetapi tidak bisa 

    Jika Anda mulai merasa terjebak dalam hubungan, perhatikan nilai apa yang ada dalam kehidupan Anda. Psychology Today melaporkan bahwa hubungan membutuhkan otonomi. Mencurahkan waktu bersama dapat mendekatkan pasangan. Namun ada batas-batas pribadi yang jika dilanggar dapat menyebabkan kerusakan besar pada ikatan.

    5. Sulit menentukan batasan 

    Batasan yang sehat diperlukan dalam sebuah hubungan yang sehat. Jika Anda sulit menetapkan batasan dalam hubungan, evaluasi apa penyebabnya, saran Gordon. 

    Bagi sebagian orang, gagasan menjaga jarak antara mereka dan pasangan mereka mungkin keliru. Namun menurut Psych Central, menetapkan batasan akan membantu menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan meningkatkan kedekatan.

    6. Ketakutan akan ditinggalkan

    Orang-orang dalam hubungan kodependensi sering kali ketakutan ketika pasangan mereka menghilang meski sebentar. Jika menghadapi ketakutan yang sangat besar akan ditinggalkan oleh pasangan, Anda mungkin bertindak ekstrem untuk mempertahankannya. Hal ini dapat menyebabkan berbagai perilaku dan pola tidak sehat yang pada akhirnya dapat merusak hubungan Anda, tulis Gordon.

    7. Sulit mengatakan "tidak" kepada pasangan 

    Jika Anda merasa perlu mengatakan ya kepada pasangan, meskipun Anda sangat ingin mengatakan tidak, hubungan dalam masalah serius. Jika pasangan Anda mengharapkan Anda untuk selalu setuju dengan mereka, mereka tidak secara adil mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan Anda.






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id