Apakah Diet Nasi Efektif?

    Kumara Anggita - 09 Mei 2019 10:10 WIB
    Apakah Diet Nasi Efektif?
    Diet nasi bukan satu-satunya jalan mengurangi berat badan, ada hal-hal lain yang perlu dilakukan. (Foto: Pexels.com)
    Rencana diet nasi bisa efektif jika direkomendasikan dengan melakukan olahraga, membuat jurnal makanan, dan meditasi untuk mengelola stres. Ini adalah program fisik emosional dan spiritual yang akan mengubah cara hidup Anda.

    Jakarta: Untuk kebanyakan orang Indonesia, nasi menjadi menu yang sulit untuk ditinggalkan. Dengan nasi semua terasa enak.
    Namun, banyak orang mengatakan bahwa dengan mengurangi konsumsi nasi atau bahkan menghentikannya dapat mengurangi berat badan Anda dengan cepat. Benarkah itu adalah cara yang efektif.

    Melansir dari Webmd, ini bukannya metode satu-satunya cara mengurangi berat badan. Ada hal-hal lain yang perlu dilakukan. 

    Secara garis besar, mengurangi nasi akan menurunkan berat badan karena Anda memotong kalori, natrium, lemak, gula, dan protein. Ini juga akan membersihkan dan mendetoksifikasi tubuh Anda tanpa membuat Anda merasa lapar.

    Dalam buku "The Rice Diet Solutin," berat badan yang melakukan diet ini turun secara berbeda-beda. Namun, umumnya perempuan kehilangan sekitar 10 kilogram sementara laki-laki 15 kilogram.

    Namun rencana diet ini direkomendasikan dengan olahraga, membuat jurnal makanan, dan meditasi untuk mengelola stres. Ini adalah program fisik emosional dan spiritual yang akan mengubah cara hidup Anda.

    Diet ini cukup ketat karena Anda harus makan buah-buahan dan sayuran segar, biji-bijian, kacang-kacangan rendah garam, dan protein tanpa lemak lainnya. 

    Apakah Diet Nasi Efektif?
    (Rencana diet nasi bisa efektif jika direkomendasikan dengan melakukan olahraga, membuat jurnal makanan, dan meditasi untuk mengelola stres. Foto: Jessica Tootoo/Unsplash.com)

    Diet ini memiliki tiga fase

    1. Bertahap

    Fase pertama hanya memungkinkan Anda makan 800 kalori per hari. Lalu kalori secara bertahap naik menjadi 1.200 per hari. Dan tentunya dilarang minum alkohol.

    Diet nasi sesungguhnya adalah cara rawat inap untuk membantu mengobati diabetes dan hipertensi. Jika Anda menjalankan diet rendah kalori 1.200 kalori atau kurang, Anda harus diawasi oleh seorang profesional kesehatan.

    2. Natrium

    Batasan natrium dari diet ini dapat membantu Anda menurunkan tekanan darah dan membantu Anda menurunkan kolesterol tinggi. Untungnya, biayanya tidak akan banyak karena pengeluaran akan hanya dari makanan yang Anda beli. Anda bisa melakukannya sendiri juga.

    Program ini merupakan awal yang baik untuk upaya memulai makan makanan sehat. Tetapi mungkin terlalu ketat untuk dilakukan dalam jangka panjang. 

    3. Vitamin

    Pastikan untuk melengkapi diet Anda dengan kalsium dan vitamin D, dan mungkin multivitamin, untuk mengisi kekurangan nutrisi.

    Mengikuti diet nasi akan menghasilkan berat badan dengan cepat namun perlu diingat Anda jadi kehilangan selera makan mengingat banyaknya batasan yang ada.






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id