Mengapa Trombosit Bisa Turun?

    Kumara Anggita - 09 April 2020 14:21 WIB
    Mengapa Trombosit Bisa Turun?
    Mengapa trombosit bisa turun? Berikut penjelasan dari dr. Sarah Picadela, SpOG. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Trombosit adalah komponen penting dari tubuh. Mungkin Anda sering dengar, kata trombosit sering disebut-sebut saat DBD. Lalu, apa sebenarnya trombosit itu serta apa manfaatnya?

    Menurut dr. Sarah Picadela, SpOG trombosit adalah bagian dari darah. Darah sendiri terdiri dari eritrosit (darah merah) yang berfungsi sebagai transportasi oksigen dan leikosit adalah (darah putih) yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh.

    Trombosit memiliki fungsi yang penting yaitu memperbaiki pembuluh darah yang rusak. “Trombosit itu keping darah yang fungsinya kalau terjadi pendarahan baik dalam ataupun luar, dia berfungsi untuk memperbaiki pembuluh darah yang pecah atau rusak,” ujarnya pada Medcom.id.

    “Trombo-trombo ini melekat pada pembuluh yang rusak, semuanya yang rusak itu menutup lagi sehingga tidak terjadi kebocoran dan tidak terjadi pendarahan,” ujarnya.

    Trombosit ini pun dalam momen tertentu bisa jumlahnya jadi sedikit. Hal ini terjadi karena berbagai alasan seperti mengidap penyakit tertentu.

    1. Demam berdarah

    “Bisa karena demam berdarah itu jelas sekali pada pemeriksaan akan ditemukan trombosit yang menurun secara signifikan, bisa juga karena penyakit autoimun di mana sel tubuh merusak sel tubuh lainnya,” paparnya.

    2. Zat kimia

    “Bisa juga karena pengaruh zat zat kimia yang berbahaya sehingga produksi trombosit terganggu,” ungkapnya.

    3. Kurang gizi

    “Selain itu karena kurang gizi jadi badan tidak punya bahan baku untuk memproduksi,” jelasnya.

    4. Kurang vitamin

    “Bisa karena kurang vitamin karena beberapa vitamin berfungsi sebagai mikroelement supaya produksi terjadi,” katanya.

    5. Gangguan pencernaan 

    “Bisa karena ada gangguan di pencernaan. Jadi makanan yang kita makan tidak bisa kita serap secara maksimal sehingga tubuh kekurangan bahan baku untuk memproduksi,” ungkapnya.

    Ketika jumlah trombosit ini kurang dampaknya ada yang tidak terlalu berbahaya sampai menyebabkan kematian.

    “Efek jelek jika trombosit kurang adalah untuk yang tidak terlalu signifikan, pembuluh darah gampang pecah. Jadi kena apa-apa gampang biru (tubuhnya),” jelasnya.

    “Namun kalau (trombosit) kurang dalam jumlah besar bisa pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Hal ini bisa berakhir pada kematian,” sebutnya.


    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id