Evakuasi Tahap Dua WNI di Tiongkok Belum Memungkinkan

    Sunnaholomi Halakrispen - 14 Februari 2020 14:51 WIB
    Evakuasi Tahap Dua WNI di Tiongkok Belum Memungkinkan
    Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), di Lapangan Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Februari 2020. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
    Jakarta: Kasus penyebaran coronavirus Covid-19 masih berlanjut di Tiongkok. Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) masih ada yang berada di Tiongkok.

    Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), menyatakan proses evakuasi tahap kedua WNI di Tiongkok belum bisa dijalankan.

    "Satu, PHEICnya (Public Health Emergency of International Concern) masih ada, jadi belum bisa," ujar Menteri Terawan di Lapangan Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Februari 2020.

    Selain itu, kata Terawan, daratan Tiongkok juga masih belum memungkinkan untuk pemberangkatan pesawat dan kelengkapan lainnya untuk melakukan proses evakuasi. Demikian juga daerah tersebut merupakan daerah epicentrum.

    "Yang paling penting adalah doa kita supaya warga kita yang ada di daratan Tiongkok, baik yang di provinsi epicentrum di Wuhan, Hubei, itu tetap sehat. Itu yang paling penting buat kita," paparnya.

    Ia menekankan bahwa bukan hanya sehat jasmani. Namun, juga sehat secara rohani, bisa melaksanakan ibadah, tetap tersenyum, dapat menghubungi keluarganya, serta tidak stres.

    "Sehingga teman-teman di daratan Tiongkok yang masih ada tetap bisa nantinya kembali ke Indonesia, kalau mereka pas mau kembali dan situasinya memungkinkan. Karena banyak yang enggak mau kembali loh masih di sana," ucapnya.

    Sebelumnya, pemerintah memulangkan 238 WNI dari Wuhan, Hubei, Tiongkok setelah organisasi kesehatan dunia (WNO) menetapkan Covid-19 darurat kesehatan internasional. Wuhan menjadi tempat munculnya pertama kali virus tipe Novel Coronavirus itu.

    Ke-238 orang itu menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, sejak Minggu, 2 Februari 2020. Ini dilakukan buat memastikan mereka yang pulang tak terjangkit virus korona.

    Meskipun, beberapa peneliti Tiongkok sempat menjelaskan bahwa masa inkubasi coronavirus tidak hanya cukup dalam 14 hari. Namun, bisa mencapai 24 hari untuk mendalami dan memastikan kondisi kesehatan seluruh masyarakat yang sebelumnya dari wilayah yang terpapar Covid-19 di Tiongkok. 

    Sementara itu, jumlah korban tewas akibat virus korona di sejumlah negara mencapai 1.011. Lonjakan kematian pada Senin, 10 Februari 2020, mencapai 103 korban menjadi yang tertinggi sejak virus muncul di pasar hewan liar di Wuhan, Hubei, Tiongkok, pada Desember 2019.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id