Apa Itu Penyakit Paru Obstruktif Kronis? Kenali Gejalanya

    Raka Lestari - 20 Juli 2020 17:11 WIB
    Apa Itu Penyakit Paru Obstruktif Kronis? Kenali Gejalanya
    Penyakit Paru Obstruktif Kronik sering terjadi pada seseorang yang berusia lebih dari 40 tahun. (Foto: Freepik)
    Jakarta: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi kronis dan tidak dapat disembuhkan. Seseorang yang mengalami PPOK biasanya akan mengalami sesak napas, mengi, dan batuk. Sayangnya, kondisi ini bisa memburuk seiring berjalannya waktu.

    Penyebab paling umum dari COPD adalah asap tembakau, menurut Laren Tan, MD, direktur Loma Linda University Health Comprehensive Program for Obstructive Airway Diseases. Prevalensi rata-rata dari perokok mengalami penyakit ini sekitar 15,2 persen.

    Penyebab lain dari PPOK menurut Tan diantaranya adalah:
    -Perokok pasif.
    -Zat iritan seperti debu atau bahan kimia (biasanya karena paparan saat bekerja)
    -Polusi.
    -Kelainan genetik.

    Usia tidak menyebabkan PPOK tetapi merupakan faktor risiko. Kondisi ini cukup sering terjadi pada seseorang yang berusia lebih dari 40 tahun. Hal ini karena fungsi paru-paru akan menurun seiring bertambahnya usia.

    “Terutama ketika seseorang merokok pada usia yang sudah tua, fungsi paru-paru mereka akan menurun lebih cepat,” kata Tan.

    “PPOK pada dasarnya adalah ‘sembelit’ yang terjadi pada jalan napas. Ini karena saluran udara pasien mungkin tersumbat oleh lendir atau dinding saluran napas yang meradang. Selain itu, pada paru-paru yang sehat terdapat kantung udara bernama alveoli yang elastis," terang Tan.

    Kantung udara ini sangat penting untuk membawa oksigen ke dalam tubuh. Pada saat menghirup udara, kantung udara akan mengembang dan akan mengempis ketika menghembuskan udara.

    Jika Anda menderita PPOK, kantung udara dan saluran udara Anda akan menjadi kurang elastis. Sehingga dapat memengaruhi aliran udara yang masuk.

    Faktor-faktor tersebut dapat membuat pasien PPOK kesulitan untuk mengembuskan napas sepenuhnya dari paru-paru mereka. Tidak bisa sepenuhnya mengeluarkan udara di paru-paru, sehingga menyebabkan terperangkapnya udara di paru-paru.

    "Seiring berjalannya waktu, udara yang terperangkap ini dapat membuat pasien harus bekerja keras untuk mengisi paru-paru mereka yang sudah terisi tersebut dengan udara segar,” kata Tan.

    Aliran udara yang terhalang ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti:
    -Sesak napas.
    -Ada suara seperti desahan saat bernapas.
    -Batuk (bisa kering atau berdahak).
    -Kelelahan.
    -Produksi lendir dan dahak berlebihan di paru-paru dan saluran udara, yang dapat menyebabkan batuk kronis.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id