Berapa Banyak Air Dibutuhkan Tubuh?

    Sunnaholomi Halakrispen - 20 Agustus 2020 15:04 WIB
    Berapa Banyak Air Dibutuhkan Tubuh?
    Seseorang harus minum cairan setiap kali mereka merasa dehidrasi atau jika ada kemungkinan dehidrasi yang tinggi. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Air mineral sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Manfaatnya pun banyak, mulai dari menghindari dehidrasi hingga untuk kesehatan ginjal. Namun, berapa banyak air yang diperlukan tubuh?

    Dikutip dari Medical News Today, seseorang harus minum cairan setiap kali mereka merasa dehidrasi atau jika ada kemungkinan dehidrasi yang tinggi. Salah satu tanda dehidrasi ialah munculnya rasa haus.

    Kemudian, ketika hanya mengeluarkan sedikit urine, buang air kecil kurang dari empat kali sehari, urine berbau tajam dan berwarna gelap, serta keringnya area mulut, bibir, saluran hidung, dan mata.

    Sejumlah hal pun bisa meningkatkan risiko dehidrasi. Pertama, lingkungan yang panas atau berada di bawah sinar matahari terlalu lama. Lalu, karena aktivitas fisik yang intens atau apa pun yang menyebabkan keringat berlebih.

    Diabetes pun menjadi faktor terjadinya dehidrasi. Kemudian, diare atau muntah, minum terlalu banyak alkohol, juga demam.

    Menurut European Food Safety Authority (EFSA), bisa berakibat fatal jika seseorang kehilangan lebih dari 10 persen air di dalam tubuh mereka. Namun, tidak ada kesepakatan tentang berapa banyak air yang harus diminum setiap hari. 

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan FNB (Dewan Pangan dan Gizi Amerika Serikat) mengatakan, rasa haus saja sudah cukup untuk menjadi tanda tentang seberapa banyak harus minum.

    Namun, FNB menyarankan wanita harus minum sekitar 2,7 liter air setiap hari dan pria sekitar 3,7 liter. Jumlah ini termasuk air yang diperoleh dari makan, yang diperkirakan mencapai 19 hingga 20 persen dari asupan harian.

    Perlu diketahui bahwa saat-saat yang paling penting untuk minum banyak air adalah saat Anda demam, saat cuaca sedang panas, jika Anda mengalami diare dan muntah. Selain itu, saat Anda banyak berkeringat, misalnya akibat aktivitas fisik.

    Orang harus menemui dokter untuk mengesampingkan kemungkinan kondisi mendasar lainnya jika mereka mengalami nokturia persisten. Kondisi ini merupakan meningkatnya kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id