Penggunaan Alkohol sebagai Disinfektan? Ini Kata Pakar

    Raka Lestari - 20 Maret 2020 18:00 WIB
    Penggunaan Alkohol sebagai Disinfektan? Ini Kata Pakar
    Relawan menyemprotkan cairan disinfektan di fasilitas umum kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta. (Foto: Antara/GALIH PRADIPTA)
    Jakarta: Penggunaan disinfektan alami banyak disebutkan dapat mencegah penyebaran wabah covid-19. Apalagi, di tengah kasus covid-19 yang semakin bertambah ini, banyak orang yang memercayai kemampuan disinfektan alami tersebut.

    Akan tetapi, informasi tersebut tidaklah sepenuhnya benar menurut para ahli. Beberapa disinfektan alami mungkin memang efektif membunuh bakteri atau virus, tetapi beberapa lainnya mungkin tidak efektif.

    “Jika Anda tidak dapat menemukan disinfektan yang secara resmi dijual di pasaran, maka kami sarankan untuk mencari bahan aktif lain seperti hidrogen peroksida dan etil alkohol (atau etanol),” ujar Samara Geller, seorang peneliti senior dan analis basis data di Environmental Working Group (EWG).

    "Mereka memiliki toksisitas yang terbatas dibandingkan dengan bahan aktif lainnya," sambungnya.

    Jadi, mengapa etil alkohol (etanol) dan hidrogen peroksida cukup efektif? Etanol merusak membran dan protein sel.

    "Agen pengoksidasi, seperti hidrogen peroksida, merusak membran dan lipid.  Dengan kata lain, keduanya cukup kuat untuk membunuh kuman," kata Geller.

    Namun Anda tidak bisa menggunakan berbagai jenis alkohol, hanya etil alkohol, alkohol isopropil, dan etanol yang bisa membunuh kuman atau virus.

    "Jika Anda mengencerkannya sedikit dengan airnya yaitu dua pertiga alkohol dengan sepertiga air maka itu seharusnya bisa menjadi solusi disinfektan yang efektif," menurut Siobain Duffy, PhD, profesor ekologi di Rutgers University’s School of Environmental and Biological Sciences.

    Cara lain untuk mendisinfektan barang-barang adalah dengan menggunakan uap. Faktanya, uap juga digunakan oleh rumah sakit untuk disinfektan dan sterilisasi

    “Uap menghancurkan enzim dan protein mikroorganisme. Namun saya tidak merekomendasikan alat pengukus lainnya di rumah karena dapat menyebabkan luka bakar dan mungkin tidak praktis atau aman pada permukaan atau benda tertentu,” tegas Geller.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id