Covid-19 Lebih Mematikan untuk Pria, Ini Alasannya

    Raka Lestari - 26 Maret 2020 11:00 WIB
    Covid-19 Lebih Mematikan untuk Pria, Ini Alasannya
    Ilustrasi-Pixabay
    Jakarta: Merokok, minum alkohol, dan kesehatan yang buruk. Para peneliti mengungkapkan bahwa gaya hidup seperti itu merupakan beberapa faktor yang bisa menjelaskan mengapa lebih banyak pria yang meninggal karena virus korona atau covid-19 dibandingkan dengan wanita.

    Menurut National Health Institute (ISS), di Italia pria mewakili hampir 60 persen pasien positif dan lebih dari 70 persen di antaranya meninggal dunia. Bahkan di negara-negara seperti Korea Selatan, di mana proporsi wanita yang positif lebih banyak dibandingkan pria, sekitar 54 persen kematian yang terdata adalah pria.

    Secara historis, coronavirus seperti SARS dan MERS cenderung memengaruhi pria. Fakta itu dibenarkan Dr Luis Ostrosky-Zeichner, spesialis penyakit menular di McGovern Medical School di UTHealth di Texas.

    Dilansir CNN, pada kasus SARS dan MERS, pria dilaporkan memiliki hasil klinis yang lebih buruk karena SARS di Hong Kong. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Arab Saudi dan Korea Selatan, Kaum Adam juga memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat MERS.

    Dari perspektif evolusi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki respons imun yang lebih kuat terhadap infeksi virus daripada pria. Sebab mereka menghabiskan sebagian hidup mereka dengan benda asing di dalamnya (janin yang ada di dalam kandungan), sehingga memberi mereka kelebihan untuk bertahan hidup.

    "Ini mungkin ada hubungannya dengan perubahan hormon. Ada penelitian aktual pada hewan yang menunjukkan mungkin ada dasar biologis untuk jenis peningkatan kerentanan pada jenis kelamin laki-laki dan tidak hanya itu, tetapi juga peningkatan keparahan dan respons terhadap virus," kata Ostrosky-Zeichner.

    Laporan awal orang yang terinfeksi covid-19 yang parah telah menemukan bahwa mereka cenderung memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya. Seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular dan penyakit paru-paru kronis.

    "Kondisi ini cenderung lebih umum di antara pria di enam negara yang dianalisis oleh Global Health 50/50. Kemungkinan karena pilihan gaya hidup yang berisiko," demikian penelitian Global Health 50/50.

    Global Health 50/50 sendiri sebuah lembaga penelitian yang meneliti ketidaksetaraan gender dalam kesehatan global.

    "Jika covid-19 mengikuti jenis pola yang sama yang kita lihat di berbagai penyakit lain, apa yang kita ketahui adalah bahwa laki-laki cenderung memiliki risiko yang lebih besar dari paparan perilaku yang akan menyebabkan kesehatan yang buruk hasil dalam jangka panjang, " jelas Sarah Hawkes, profesor kesehatan masyarakat global di University College London (UCL) dan co-direktur Global Health 50/50.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id