Kemenkes Sediakan Layanan Konsultasi Kesehatan Virtual

    Kumara Anggita - 24 Maret 2020 06:02 WIB
    Kemenkes Sediakan Layanan Konsultasi Kesehatan Virtual
    Pelayanan kesehatan adalah hal yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi virus korona atau covid-19. (Illustrast/Pexels)
    Jakarta: Pelayanan kesehatan adalah hal yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi virus korona atau covid-19. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan  menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara virtual untuk memudahkan permasalahan ini.

    Kementerian Kesehatan mengandeng empat  unicorn yakni Gojek, Halodoc, Grab dan Good doctor. Hari ini tanda tangan kerja sama sudah dilakukan.

    Acara ini diwakili oleh  Kementerian Kesehatan diwakili Sekretaris Jendral Oscar Primadi, Gojek diwakili Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Shinto Nugroho, Halodoc diwakili CEO Jonathan Sudarta, Grab Health diwakili Managing Director Good Doctor Technology Indonesia Neneng Goenadi, dan Managing Director Good Doctor Technology Indonesia Danu Wicaksana.

    “Harapan kami dalam konteks ini agar bagaimana kita betul-betul memahamkan masyarakat agar komunikasi, informasi dan edukasi dapat sampai ke semua level, semua lapisan masyarakat, dengan adanya platform ini komunikasi dan edukasi kita akan lebih sampai pada akar rumput,” kata Sekjen Oscar Primadi. 

    Dengan kerjasama ini diharapkan RS tidak perlu pasiennya harus sampe menumpuk. Ini juga menjadi salah satu cara untuk  membagikan informasi.

    Goal-nya tidak ingin RS menumpuk, masyarakat kebingungan. Saya yakin dengan model informasi seperti ini akan mudah didapat, walaupun pedoman sudah kita berikan, tetapi informasi ini harus sampai lebih massive,” tuturnya.

    Shinto Nugroho, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek mengatakan pihaknya siap mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Hadirnya layanan ini diharapkan bisa mengurangi beban rumah sakit dalam menangani kasus Covid-19. 

    “Hal utama yang akan kita lakukan untuk meringankan beban medical professionals kita. Kami menyadari bahwa masyarakat yang ingin memastikan dan memeriksakan dirinya. Akan tetapi kapasitas RS kita, kapasitas medical kita ada batasnya. Inilah saatnya, kita bergandeng tangan untuk sama-sama mempergunakan telemedicine sebagai penapisan,” ungkapnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id