Melawan Kanker dengan Zumba

    Raka Lestari - 01 April 2019 16:27 WIB
    Melawan Kanker dengan Zumba
    Berolahraga untuk penderita kanker tetap membutuhkan pengawasan dokter. (Foto Ilustrasi: Danielle Cerullo/Unsplash.com)
    Kegiatan kelompok seperti kelas zumba dapat menjadi pilihan bagus bagi pasien kanker. Sebab dengan berolahraga semacam zumba, bisa meningkatkan sirkulasi oksigen dan juga membantu melepaskan hormon endorphin dalam tubuh Anda.


    Jakarta: Kanker adalah penyebab utama kematian nomor dua di dunia. Dan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan telah meningkat menjadi 18,1 juta kasus baru di seluruh dunia pada 2018.

    Penelitian berkerlanjutan serta terobosan inovasi baru dalam kedokteran telah meningkatkan deteksi dan pengobatan dini secara signifikan. Sehingga memberi pasien kanker harapan yang lebih tinggi untuk bertahan hidup dan sembuh.

    Namun demikian, sebetulnya yang paling membebani pasien adalah perjalanan dalam memerangi kanker dan perjuangan tersebut tidak pernah mudah. Membutuhkan daya tahan, tekad, serta dukungan dari keluarga dan kerabat.
     
    Bagian penting dari mengatasi diagnosis kanker adalah mengenali emosi dan perasaan. Menurut American Cancer Society, perawatan yang berhubungan dengan emosi dan hubungan kita. Dikenal juga sebagai intervensi psikososial, dapat membantu pasien kanker dalam menangani perasaan stres, meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan dalam menjalani seluruh rangkaian pengobatan kanker.

    "Sangat penting bagi penderita kanker untuk memiliki pandangan positif tentang kondisi mereka. Selain itu, mempertahankan gaya hidup aktif, sosial, dan sehat dapat sangat membantu dalam mengatasi stres serta kelelahan selama mengidap kanker tersebut," ujar Dr. Dian Kartika, MH. Kes.

    Menurutnya, kegiatan kelompok seperti kelas zumba dapat menjadi pilihan bagus bagi pasien kanker. Tidak hanya tetap bugar dan sehat, tetapi juga menjalin hubungan positif dengan anggota kelas zumba lainnya.

    "Seperti pada populasi klinis lainnya, perilaku gaya hidup sehat seperti mengontrol berat badan, diet sehat, dan olahraga teratur memiliki potensi untuk secara signifikan mengurangi morbiditas dan mortalitas pada penderita kanker," ujar Dian.

    Baca juga: Asal Muasal April Mop

    "Selain itu, kelas zumba yang sangat berbasis komunitas juga dapat berperan seperti kelompok pendukung untuk membantu mengurangi tekanan dan mengatasi emosi yang datang pada penderita kanker," jelasnya.

    Lebih lanjut, Dian mengatakan berolahraga meningkatkan sirkulasi oksigen dan juga membantu melepaskan hormon endorphin dalam tubuh Anda. Untuk penderita kanker, hormon ini berperan penting untuk mengurangi rasa sakit serta efek samping dari proses pengobatan.

    Meski demikian, berolahraga untuk penderita kanker tetap membutuhkan pengawasan dokter. Masing-masing memiliki kondisi berbeda, karenanya ada berbagai jenis kelas zumba yang sesuai.

    "Penderita yang membutuhkan latihan dengan intensitas rendah lebih cocok untuk mengambil kelas Zumba Gold, atau mereka dapat terus bergabung dengan kelas Zumba Fitness yang reguler dengan memberitahu instruktur tentang kondisi Anda saat ini. Para pejuang kanker dapat bergabung dengan kelas Zumba selama 30 hingga 45 menit," kata Dian.

    Tak hanya itu, adapun kelas Aqua Zumba yang cocok untuk mereka yang membutuhkan olahraga dengan intensitas rendah dan menikmati olahraga air. Bahkan untuk anak-anak penderita kanker, zumba juga memiliki Zumba Kids, yang dapat membantu anak-anak merasa lebih bahagia dan tidak terlalu memikirkan kondisi mereka.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id