comscore

Beberapa Penyebab Kanker Paru-paru selain Rokok

Sunnaholomi Halakrispen - 24 Juni 2020 18:55 WIB
Beberapa Penyebab Kanker Paru-paru selain Rokok
Ilustrasi-Pexels
Jakarta: Kanker paru-paru disebabkan oleh kebiasaan menghisap rokok. Meskipun hanya merokok sedikit, risiko terpapar kanker paru-paru tetap ada.

Sejatinya, bukan hanya rokok yang menjadi satu-satunya penyebab kanker paru-paru pada diri seseorang. Masih ada sejumlah hal yang perlu dipahami tentang kanker paru-paru. Berikut penyebab kanker paru-paru seperti dilansir The Healthy:

Radon

Salah satunya, waspadalah terhadap radon yang wajib ditelusuri keberadaannya di setiap rumah.
Menurut Ahli Onkologi dan Peneliti Kanker Paru-paru di Dana-Farber Cancer Institute Jacob Sands, MD, radon merupakan penyebab kanker paru-paru, selain rokok.
"Radon, gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang ada di tanah dan cukup umum di Amerika Serikat. Radon adalah penyebab utama kedua kanker paru-paru," ujar Dr. Sands dikutip dari The Healthy.

Ketika radon terperangkap di ruang tertutup seperti lantai rendah dan ruang bawah tanah di rumah, ini dapat menyebabkan tingkat radon meningkat ke jumlah yang tidak sehat.

"Penting untuk menguji tingkat radon, dan kit tersedia di toko perangkat keras," tutur Dr. Sands.

Paparan radiasi

Penyebab mengejutkan lainnya dari kanker paru-paru ialah paparan radiasi. Di antaranya, dari lingkungan atau pekerjaan, asbes, penyakit paru-paru inflamasi kronis. Seperti bronkiektasis atau bronkitis kronis, serta paparan polusi dan debu.

Maka dari itu, pakailah alat pelindung pernapasan jika terlibat dalam pekerjaan di mana terdapat tingginya paparan pernapasan. Selain itu, ada juga kemungkinan elemen genetik untuk kanker paru-paru, tetapi itu tidak berperan kuat kecuali Anda perokok.

Hal lain yang perlu dipahami ialah gejala kanker paru-paru dini jarang terjadi. Anda mungkin mengabaikan tanda-tanda kanker paru-paru. Namun sayangnya, gejalanya sering muncul hanya setelah kanker sudah berada pada tahap lanjut.

"Inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang yang didiagnosis dengan kanker paru-paru memiliki penyakit metastasis (kanker yang menyebar). Sebanyak 70 persen kanker paru-paru yang didiagnosis dari gejala adalah stadium 4 dan tidak dapat disembuhkan," papar Dr. Sands.

Di lain sisi, gejala kanker paru-paru sangat umum di kalangan perokok, mereka tidak dapat diandalkan untuk diagnosis. Meski begitu, temui dokter Anda jika Anda memiliki gejala berupa keluarnya darah saat batuk, terjadi infeksi saluran pernapasan berulang, batuk yang menetap, sakit di bahu, punggung, atau dada, serta kesulitan bernapas, suara serak atau mengi, maupun kelelahan.

Sementara itu, banyak kasus kanker yang serius dapat dihindari dengan pemeriksaan kondisi kesehatan. Pemeriksaan penting terutama bagi orang yang memenuhi kriteria risiko tinggi, yakni berusia di antara 55 hingga 75 tahun, riwayat merokok satu bungkus per hari selama 30 tahun, atau berhenti merokok kurang dari 15 tahun yang lalu.

Dr. Sands menekankan bahwa apabila orang dengan kriteria itu melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun, maka kemungkinan terkena kanker pada tahap yang lebih awal, dapat disembuhkan sesegera mungkin. Jika sebaliknya, maka kondisi kanker paru-paru semakin memburuk.

"Sekitar 70 persen orang yang didiagnosis dalam program skrining paru-paru ditemukan pada tahap 1. Sayangnya, kurang dari lima persen orang yang memenuhi syarat mendapatkan pemindaian ini," ucapnya.

Jika Anda didiagnosis, pemikiran pertama yang biasanya muncul ialah bagaimana prediksi kondisi Anda ke depannya. Tentunya, perawatan sedini mungkin bisa membantu mempermudah pengobatan Anda di kemudian hari.

"Ada banyak sub-jenis kanker paru-paru yang tumbuh sangat lambat dan sangat dapat diobati. Kanker paru-paru stadium 1 yang didiagnosis dalam program skrining paru memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun 90 persen. Ini adalah statistik kanker penuh harapan yang semua orang harus tahu," pungkas Dr. Sands.

(FIR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id