Mengenal Fatal Familial Insomnia

    Sunnaholomi Halakrispen - 12 September 2020 13:06 WIB
    Mengenal Fatal Familial Insomnia
    Ilustrasi (Foto: Pexels)
    Jakarta: Fatal Familial Insomnia (FFI) adalah gangguan tidur yang sangat jarang terjadi dalam keluarga. Itu memengaruhi talamus, struktur otak ini mengontrol banyak hal penting, termasuk ekspresi emosi dan tidur. 

    Meskipun gejala utamanya adalah insomnia, FFI juga dapat menyebabkan berbagai gejala lain. Di antaranya, masalah bicara dan demensia. Bahkan ada varian yang lebih langka yang disebut insomnia fatal sporadis. 

    Namun, hanya ada 24 kasus yang terdokumentasi pada tahun 2016. Para peneliti hanya mengetahui sedikit tentang insomnia fatal sporadis, kecuali bahwa tampaknya tidak bersifat genetik.

    Dikutip dari Healthline, FFI mendapatkan namanya sebagian karena sering menyebabkan kematian dalam waktu satu tahun setelah dua gejala dimulai. Namun, garis waktu ini dapat berbeda dari orang ke orang.

    Hal tersebut bagian dari keluarga kondisi yang dikenal sebagai penyakit prion. Ini adalah kondisi langka yang menyebabkan hilangnya sel saraf di otak. Penyakit prion lainnya termasuk penyakit kuru dan Creutzfeldt-Jakob. 

    Menurut Johns Hopkins Medicine, hanya ada sekitar 300 kasus penyakit prion yang dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat. FFI dianggap sebagai salah satu penyakit prion paling langka.
     
     

    Gejala FFI bervariasi dari orang ke orang. Mereka cenderung muncul antara usia 32 dan 62 tahun. Namun, mereka bisa saja mulai pada usia yang lebih muda atau lebih tua.

    Gejala yang mungkin terjadi pada FFI tahap awal meliputi:

    - Kesulitan tidur
    - Kesulitan untuk tetap tidur
    - Otot berkedut dan kejang
    - Kekakuan otot
    - Gerakan dan menendang saat tidur
    - Kehilangan selera makan
    - Demensia yang berkembang pesat

    Sedangkan, gejala FFI yang lebih lanjut meliputi:

    - Ketidakmampuan untuk tidur
    - Memburuknya fungsi kognitif dan mental
    - Kehilangan koordinasi, atau ataksia
    - Peningkatan tekanan darah dan detak jantung
    - Keringat berlebih
    - Kesulitan berbicara atau menelan
    - Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
    - Demam



    (YDH)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id