Penjelasan BPOM terkait Isu Produk Herbal yang Menyembuhkan Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 11 Agustus 2020 16:36 WIB
    Penjelasan BPOM terkait Isu Produk Herbal yang Menyembuhkan Covid-19
    Kepala BPOM Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP (Foto: Ricky Julian/MI)
    Jakarta: Salah satu isu yang masih marak di berbagai kanal media sosial ialah produk herbal yang diklaim dapat menyembuhkan pasien covid-19 oleh sosok Hadi Pranoto. BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pun memberikan penjelasan.

    "Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat menyembuhkan pasien covid-19," tegas Kepala BPOM Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP dalam rilis resminya.

    "Dari data produk yang terdaftar di Badan POM, produk herbal yang dinyatakan dalam informasi tersebut adalah Produk Obat Tradisional yang memiliki merek dagang Bio Nuswa dengan klaim yang disetujui yaitu membantu memelihara daya tahan tubuh," tambahnya.

    Dr. Penny memaparkan bahwa produk Bio Nuswa tersebut didaftarkan oleh PT. Saraka Mandiri dengan Nomor Izin Edar POM TR 203 636 031 berlaku mulai 14 April 2020 hingga 14 April 2025. Namun, sampai saat ini PT. Saraka Mandiri belum pernah memproduksi produk Bio Nuswa.

    Badan POM menegaskan kepada pelaku usaha termasuk produsen agar selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan harus memenuhi peraturan untuk jaminan aspek keamanan, khasiat (efikasi), dan mutunya.

    Hal itu termasuk peraturan terkait izin edar, iklan, dan label, antara lain klaim yang harus sesuai dengan izin yang diberikan pada saat pendaftaran. Produk ilegal melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan atau Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Badan POM pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan produk herbal secara aman dan tepat dengan sejumlah cara.

    "Pertama, tidak mempercayai pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati covid-19, kecuali sudah tervalidasi dengan uji klinik pada manusia. Kedua, lakukan Cek KLIK. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada labelnya, pastikan ada izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa kedaluwarsa," paparnya.

    Selanjutnya, konsultasi terlebih dahulu ke dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu. Kemudian, perhatikan peringatan atau perhatian yang tercantum pada label. Jangan lupa membaca dengan teliti aturan pakai produk.

    "Badan POM terus melakukan pengawasan produk di peredaran. Jika ditemukan produk yang mencantumkan klaim berlebihan dan atau tidak sesuai dengan persetujuan yang diberikan pada saat produk didaftarkan, Badan POM akan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan, untuk sanksi administrasi dan sanksi pidana," tutupnya.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id