Tips Perawatan untuk Mencegah Kanker

    Sunnaholomi Halakrispen - 07 Februari 2020 09:00 WIB
    Tips Perawatan untuk Mencegah Kanker
    Prof. Dr. dr. Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen,)
    Jakarta: Pasien kanker harus menjalankan serangkaian perawatan intensif. Namun, sebelum terinfeksi penyakit kanker ada juga berbagai perawatan yang bisa dilakukan, guna mengurangi risiko.

    "Satu-satunya kalian harus melakukan pola hidup sehat. Cek kesehatan secara rutin, tidak terkena asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang," ujar Prof. Dr. dr. Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad, di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, Kamis, 6 Februari 2020.

    Kemudian, menerapkan istirahat yang cukup dan kelola stres. Hak terpenting lainnya, ialah pola hidup bersih. 

    Prof. Soehartati juga mengingatkan bahwa upaya pemeriksaan diri pun penting. Sadari atau periksa payudara sendiri, tak boleh diacuhkan. Baik bagi wanita maupun pria. 

    Tipsnya, setidaknya seminggu sekali memeriksa kondisi panyudara dengan meraba, apakah ada benjolan di sekitar payudara Anda. Paling mudah menetapkan setiap hari minggu ketika Anda memiliki waktu agak lama untuk mandi.

    "Jadi kalau peran keluarga di dalam preventif juga sangat besar adalah untuk memberikan lingkungan yang sehat. Jangan makan pakai vetsin, mie instan, rokok di mana saja," paparnya.

    Keluarga juga bisa saling mengingatkan agar setiap anggota keluarga tidak merokok terus-terusan. Terutama para ibu yang biasanya didengarkan oleh suami maupun anak-anaknya. 

    "Dikatakan bahwa wanita itu the power of standing. Jadi kalau ibunya bilang tidak, harusnya tidak dilakukan," jelasnya.

    Sementara itu, vetsin atau mecin memang ditetapkan WHO (world health organization) aman untuk dikonsumsi manusia. Asam glutamat sendiri belum diketahui sebagai penyebab kanker, karena penyebab kanker yang pasti belum terdeteksi. Patokannya, ada faktor risiko. 

    "Faktor risiko, faktor yang mendekatkan seseorang akan terjadinya kanker. Itu terbagi atas beberapa, ada bahan kimia, ada radiasi, genetik, dan salah satu bahan kimia yang sudah dikenal itu seperti pengawet, penyedap rasa, pewarna, tembakau. Itu salah satunya ada perasa, itu data empiris," tambahnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id