Dampak Buruk Psikosomatik

    Kumara Anggita - 26 Maret 2020 11:13 WIB
    Dampak Buruk Psikosomatik
    Jika Anda adalah salah satu orang yang mengalami psikosomatik dan mengabaikannya, maka Anda perlu hati-hati karena ada dampak yang lebih buruk yang bisa Anda hadapi di kemudian hari.. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Saat ini banyak orang yang mengalami psikosomatik. Hal tersebut dinilai wajar karena adanya tekanan dari kerjaan, keluarga, studi. Jika Anda adalah salah satu orang yang mengalami psikosomatik dan mengabaikannya, maka Anda perlu hati-hati karena ada dampak yang lebih buruk yang bisa Anda hadapi di kemudian hari.

    Berdasarkan definisi yang dipaparkan oleh Brittanica, psikosomatis bisa muncul karena aktivasi yang tidak tepat dari sistem saraf involunter dan kelenjar sekresi internal. Dengan demikian, gejala psikosomatik muncul sebagai penyerta fisiologis dari keadaan emosional. 

    Hal ini biasanya terjadi karena dipicu oleh stres. Misalnya Anda baru betengkar dengan pasangan dan tiba-tiba penyakit kulit eksim yang Anda punya muncul lagi dan bahkan muncul dengan keadaan yang lebih parah dari sebelumnya.

    Jika Anda merasakan hal ini, dan membiarkannya begitu saja. Maka akan ada dampak buruk yang Anda terima. Dilansir dari Better Help, dampak tersebut antara lain:

    - Hubungan yang gagal

    - Kehilangan pekerjaan

    - Kesulitan keuangan terkait dengan kehilangan pekerjaan atau cek medis yang berlebihan

    - Adanya perkembangan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti kecemasan, depresi dan gangguan kepribadian

    - Peningkatan risiko bunuh diri terkait dengan depresi

    Pencegahan dan Perawatan

    Tidak selalu mudah untuk mencegah gejala psikosomatik. Namun, belajar mengenali ketika Anda merasa stres dan bagaimana tubuh Anda merespons mungkin akan sangat  membantu. Selain itu, cobalah untuk mempelajari teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga.

    Jika Anda mengalami kecemasan atau depresi atau jika Anda tidak dapat memproses emosi lain yang terkait dengan gejala psikosomatis yang Anda rasakan, penting untuk mencari bantuan profesional. Mendapatkan perawatan dini dapat membantu mencegah memburuknya gejala dan efek negatif jangka panjang yang menyertainya.

    Cognitive Behavior Therapy (CBT) biasanya merupakan pengobatan pilihan untuk gangguan psikosomatik. CBT membantu pasien mempelajari cara-cara baru untuk mengatasi dan memecahkan masalah sambil mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi fisik dan mental mereka. Dengan CBT, pasien belajar untuk menetapkan tujuan yang realistis dan untuk mengidentifikasi dan mengubah perilaku yang mungkin berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan emosional mereka.

    Berita baiknya adalah, ada pilihan untuk mencari perawatan dan belajar mengelola gejala psikosomatik sehingga Anda dapat menikmati kehidupan normal. Anda dapat memilih untuk menghadiri kelompok dukungan untuk orang-orang yang mengalami gangguan gejala psikosomatis atau terlibat dalam konseling kelompok atau individu.

    Konseling individu dapat dilakukan dengan konselor atau terapis, di klinik kesehatan mental setempat, atau online. Jika Anda tidak yakin tentang sesi tatap muka saat ini, konseling online bisa menjadi pilihan Anda.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id