Obat Covid-19 Tiba, Masyarakat Diimbau Tetap Social Distancing

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Maret 2020 20:00 WIB
    Obat Covid-19 Tiba, Masyarakat Diimbau Tetap <i>Social</i> <i>Distancing</i>
    Masyarakat tetap diimbau menjalankan social distancing. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Obat untuk menyembuhkan penyakit covid-19 (new coronavirus) sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Indonesia. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjalankan social distancing.

    "Upaya menjaga jarak saat melakukan kontak sosial jangan sampai kurang satu meter. Hindari kerumunan dan pertemuan yang dihadiri banyak orang yang memiliki peluang terinfeksi virus," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta.

    Kemudian, pastikan agar tidak keluar rumah apabila tidak sangat diperlukan atau kondisi darurat. Terlebih, untuk orang lanjut usia (lansia) maupun orang-orang yang memiliki penyakit penyerta, karena sangat berisiko terpapar virus.

    "Kelompok usia lebih mudah miliki daya tahan tubuh yang lebih bagus. Tapi tidak memungkinkan kelompok usia muda ini," tuturnya.

    Selain itu, masyarakat perlu memahami tentang penyebaran covid-19 dan betapa pentingnya menjalankan social distancing selama beberapa waktu yang telah ditetapkan pemerintah. Akses informasi dari sumber berita yang terpercaya, untuk menghindari berita bohong atau hoaks.

    Daerah yang rawan penyebaran covid-19 pun bisa diketahui dengan mengakses portal berita online kredibel maupun situs pemerintah daerah masing-masing. Sejumlah daerah telah terbuka dalam menunjukkan hasil jumlah pasien covid-19.

    "Yakinlah prosedur isolasi di rumah tidak memutuskan untuk mendapat informasi dan berkonsultasi dengan penyakit ini. Banyak unicorn yang bisa digunakan untuk konsultasi," paparnya.

    Sementara itu, dalam perkembangan kasus pasien positif virus korona covid-19 ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang. Maka, total pasien positif covid-19 di Indonesiaa mencapai 450 orang per Sabtu, 21 Maret 2020.

    "Ada empat orang yang sudah dua kali diperiksa dan hasilnya negatif, jadi pasien yang sembuh total 20 orang. Sementara jumlah kematian bertambah enam orang menjadi 38 orang," pungkas Yuri.




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id