AS Uji Coba Vaksin Covid-19 Pertama

    Raka Lestari - 18 Maret 2020 11:30 WIB
    AS Uji Coba Vaksin Covid-19 Pertama
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Para peneliti dari Amerika Serikat melakukan eksperimental. Mereka melakukan tes vaksin virus corona untuk perlindungan terhadap kasus covid-19 yang semakin melonjak, yang bahkan saat ini sudah menjadi status pandemi global.

    Adalah para peneliti di Kaiser Permanente Washington Research Institute di Seattle yang memulai penelitian tahap pertama mengenai potensi vaksin covid-19. Vaksin itu dikembangkan dalam waktu singkat setelah virus baru tersebut mengalami lonjakan kasus di Tiongkok dan seluruh dunia.

    "Kami tim coronavirus sekarang. Semua orang ingin melakukan apa yang mereka bisa dalam keadaan darurat ini," kata pemimpin studi Kaiser Permanente, Dr Lisa Jackson pada malam sebelum melakukan eksperimen, dikutip dari TIME.

    Penelitian tersebut menandai dimulainya serangkaian studi pada orang yang diperlukan untuk membuktikan apakah vaksin tersebut aman dan bisa bekerja melawan virus.

    "Akan tetapi sekalipun vaksin tersebut bisa berjalan dengan baik, vaksin tidak akan tersedia untuk digunakan secara luas selama 12 hingga 18 bulan," kata Dr Anthony Fauci dari U.S. National Institutes of Health (NIH).

    Kandidat vaksin ini, yang diberi nama kode mRNA-1273, dikembangkan oleh NIH dan perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts, Moderna Inc.

    Beberapa sukarelawan sehat yang dipilih dengan hati-hati dalam penelitian ini. Yaitu mereka yang berusia 18 hingga 55 tahun, bakal mendapatkan dosis yang lebih tinggi daripada yang lain untuk menguji seberapa kuat inokulasi yang seharusnya. Para ilmuwan akan memeriksa efek samping dan mengambil sampel darah untuk diuji apakah vaksin tersebut meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    “Kami tidak tahu apakah vaksin ini akan memicu respons kekebalan, atau apakah itu aman. Itu sebabnya kami melakukan percobaan. Penelitian ini tidak bertujuan untuk menentukan apakah vaksin ini mungkin atau bisa diberikan kepada populasi umum," Jackson menekankan.

    Saat ini, sejumlah perusahaan farmasi di seluruh dunia sedang mengerjakan penelitian mengenai vaksin untuk coronavirus yang yang telah menginfeksi lebih dari 150.000 orang dan menelan korban hampir 6.000 orang. Satu tim di Universitas Queensland di Australia mengumumkan bulan lalu bahwa mereka telah mengembangkan vaksin potensial dan telah mulai menguji coba pada hewan.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id