Kesalahpahaman tentang Masuk Angin dengan Serangan Jantung

    Kumara Anggita - 15 Desember 2019 12:21 WIB
    Kesalahpahaman tentang Masuk Angin dengan Serangan Jantung
    Periksa ke dokter jika Anda merasa nyeri dada atau dada terasa tidak nyaman. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Karena kurangnya informasi, orang sering menyebarkan pemahaman bahwa masuk angin dapat menyebabkan serangan jantung.

    Anda biasa mendengarnya dengan istilah angin duduk. Karena gejalanya mirip-mirip, orang jadi sering salah arti. Apa yang mereka rasakan sesungguhnya adalah gejala penyakit jantung koroner.

    “Sering kali sakit dada itu rasanya seperti masuk angin tapi ini bukan masuk angin. Jadi rasanya tidak nyaman. Seperti angin duduk istilahnya.  Hati-hati itu bisa jadi serangan jantung. 

    “Tapi jangan di balik, bukan masuk angin bikin serangan jantung. Nyeri dada kadang-kadang keluhannya seperti masuk angin. Dikerok tidak sembuh-sembuh,” ungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP.

    Dengan kerokan, mereka menganggap bahwa penyakit ini bisa terselesaikan. Ini adalah hal yang berbahaya. Hal yang tepat untuk dilakukan adalah pergi ke dokter.

    Dokter Sally juga menyebutkan bahwa kerokan juga tidak baik untuk dilakukan oleh pasien penyakit jantung. Ini karena mereka biasanya mengonsumsi obat tertentu.

    Kesalahpahaman tentang Masuk Angin dengan Serangan Jantung
    (Periksa ke dokter jika Anda merasa lelah yang tidak dapat dijelaskan dan sesak napas. Foto: Pexels.com)

    “Asal dia tidak minum obat pengencer darah dan sebagainya tidak apa. Kalau orang sakit jantung kan minum itu, kalau dikerok bisa berdarah. Dia terbentur dikit saja bisa memar. Jadi lihat kondisi juga,” ujarnya.

    Keluhan penyakit jantung koroner antara lain:

    - Nyeri dada atau dada terasa tidak nyaman
    - Gangguan rasa nyaman seperti pegal di daerah tubuh atas seperti leher dan punggung
    - Sesak napas
    - Berkeringat
    - Keletihan yang tidak dapat dijelaskan
    - Nyeri kepala ringan atau mendadak
    - Mual atau nyeri ulu hati

    Namun, studi pada 515 perempuan dengan dengan penyakit jantung koroner menunjukkan bahwa perempuan tidak merasakan nyeri dada. Ini terjadi sebanyak 43 persen. Gejala yang justru ditemukan adalah dispesia sebanyak 58 persen kasus dan merasa kelelahan sebanyak 43 persen kasus.

    “Pada perempuan sering menunjukkan gejala yang tidak tipikal (spesifik) dibandingkan dengan pria,” ujarnya.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id