Cara Menyembuhkan Vitiligo

    Kumara Anggita - 20 November 2019 19:02 WIB
    Cara Menyembuhkan Vitiligo
    Penyakit vitiligo bisa menurunkan kepercayaan diri dan buat stres. (Ilustrasi/Pexels).
    Jakarta: Vitiligo merupakan penyakit yang membuat perubahan warna pada kulit. Kulit menjadi tampak memudar seperti kapur atau susu.

    Penyakit vitiligo bisa menurunkan kepercayaan diri dan buat stres. Untungnya penyakit ini bisa diobati dengan tepat.

    Terapi Vitiligo

    Terdapat berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit vitiligo. Terapi pada umumnya bertujuan untuk menstimulasi melanosit agar berfungsi kembali. Selain itu, dapat diberikan terapi penunjang berupa krim penyamar dan tabir surya yang berfungsi sebagai pelindung untuk mencegah kulit terbakar.

    "Pada anak-anak, perlu dilakukan pengobatan secara dini agar penyakit tidak meluas dan tingkat keberhasilan pengobatan lebih baik," ujar CEO Klinim Pramudia, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Anthony Handoko dalam Seminar Media "Vitiligo Munculnya Si Putih yang Tidak Diharapkan" di Jakarta, Rabu, 20 November 2019.

    Menurutnya, pengobatan harus disesuaikan dengan usia. Terapi yang efektif dan berhasil bagi orang dewasa, belum tentu efektif untuk pasien anak-anak. "Jangan over treatment untuk anak-anak karena berhubungan dengan efek samping. Sedangkan bagi pasien dewasa dilakukan terapi yang lebih insentif karena pasien dewasa lebih kuat dalam menghadapi efek samping yang akan timbul," ucapnya.

    Kosmetik penyamar

    Bercak putih (depigmentasi) yang terdapat terutama di wajah, leher, atau tangan dapat disamarkan dengan pemakaian kosmetik atau krim penhamar yang sewarna dengan kulit. Pewarna topikal. Kosmetik penyamar juga dapat digunakan sebagai pelengkap selama menjalanj terapi lain atau sebagai alternatif jika terapi konvensional tidak efektif. Selain kth aplikasi kosmetik penyamad dapat memperbaiki kualitas hidup.

    Kortikosteroid tropikal

    Penggunaan kortikosteroid tropikal pada anak relatif aman dan menguntungkan. Obat ini bersifat anti inflamasi dan menekan penyakit autoimun sehingga dapat memicu repigmentasi.

    Ini sering digunakan baik pada anak dan dewasa. Kortikosteroid yang tidak tepat juga dapat menimbulkan efek samping lokal misalnya striae, atrofi, dan teleangiektasia. Untuk menguranginya pada anak dapat gunakan kortikosteroid yang ringan sampai dengan potensi sedang.

    Imunomodulator topikal

    Imunomodulator topikal seperti tacrolimus 0.3 persen, tacrolimus 0.1 persen, dan pimecrolimus 1 pesen bisa digunakan. Hartmann dkk melaporkan, repigmentasi baik sampai dengan sedang pada kasus vitiligo di kaki yang luas pada anak setelah diterapi dengan salep tacrolimus 0.1 persen dan krim pimecrolimus 1 persen secara okulasi selama enam bulan.

    Imunomodulator topikal secara umum lebih aman digunakan pada pasien anak daripada steroid topikal. Kombinasi terapi imunomodulator topikal dengan terapi sinar ultraviolet B atau laser excimer menunjukan efektivitas yang baik.

    Calcipotriol topikal

    Kombinasi calcipotriol topikal dengan kortikosteroid tropikal dapat menghasilkan repigmentasi yang lebih cepat dan stabil. Calcipotriol topikal juga dapat dikombinasikan dengan fototerapi NB-UVB atau laser excimer 308 nm. Efek samping pemakaian krim calcipotriol berupa hiperpigmentasi dan iritasi di daerah sekitar lesi.

    "Pada dasarnya, pengobatan pada vitiligo tergolong pengobatan jangka panjang dan lama pengobatannya tidak dapat diprediksi," jelasnya.

    "Tujuan pengobatannya sendiri adalah mencapai lesi yang sembuh atau stabil. Bagi lesi yang stabil, kemudian dapat dicari alternatifnya untuk menghilangkan atau menyamarkan. Untuk lesi yang sudah sangat luas, terapi depigmentasi adalah pilihan yang tepat sehingga penderita bisa menghentikan obat vitiligonya. Tidak dianjurkan untuk pengobatan alternatif non-medis," tutupnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id