Penyebab Common Arterial Trunk pada Bayi yang Baru Lahir

    Torie Natalova - 22 Agustus 2019 11:06 WIB
    Penyebab Common Arterial Trunk pada Bayi yang Baru Lahir
    Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kelainan Common arterial trunk (Foto: Andreas Wohlfahrt/Pexels)
    Jakarta: Common arterial trunk atau batang arteri umum, biasanya muncul selama perkembangan janin. Terutama saat jantung bayi masih dalam proses pembentukan. Kondisi truncus arteri ini adalah kelainan bawaan.

    Di dalamnya, arteri tunggal berasal dari jantung dan tidak memiliki ventrikel dan atrium yang terbentuk dengan baik. Dengan kata lain, penderitanya memiliki satu arteri besar untuk membawa darah di paru-paru dan seluruh tubuh.

    Pada jantung yang normal, darah mengikuti siklus yakni dari tubuh, jantung, paru-paru, jantung dan kembali ke tubuh. Ketika seseorang memiliki batang arteri yang sama, darah yang meninggalkan jantung tidak mengikuti siklus yang normal.

    Jantung normalnya memiliki dua jalur terpisah. Yaitu satu untuk darah beroksigen dan satu untuk darah penuh karbondioksida. Karena dalam kondisi ini jantung hanya miliki satu rongga, sehingga tidak ada atrium yang memisahkan darah.

    Meski penyebab kelainan jantung ini belum diketahui pasti, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kelainan batang arteri ini seperti riwayat keluarga dengan masalah jantung bawaan, anak-anak yang menderita sindrom velocardiofacial dan sindrom DiGeorge, obat-obatan tertentu yang dikonsumsi selama kehamilan dan berbahaya untuk janin, wanita yang terkena rubella saat hamil.

    Setiap penderita kelainan jantung ini memiliki gejala yang berbeda. Adapun beberapa gejala umum yang sering dialami oleh bayi seperti kelelahan, sianosis, berkeringat, kulit dingin, sulit bernapas dan cepat, detak jantung yang cepat, kurang nafsu makan.

    Karena gejala-gejala tersebut juga mungkin disebabkan oleh kondisi medis lain atau masalah jantung lainnya, sangat penting untuk konsultasikan kondisi bayi Anda dengan dokter. Biasanya, penyakit ini akan diketahui melalui diagnosa yang dilakukan dengan ekokardiogram.

    Ekokardiogram adalah salah satu teknik paling efektif untuk mendiagnosis masalah jantung bawaan. Dokter biasanya dapat mendiagnosis anomali jenis ini sebelum bayi lahir. Teknik ini menggunakan gelombang suara untuk menciptakan kembali gambar jantung yang bergerak.

    Selain ekokardiogram, tes oksimetri nadi juga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit dengan mengukur jumlah oksigen yang ada dalam darah. Ini seringkali merupakan petunjuk pertama adanya masalah jantung.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id