Tahapan Penyakit Jantung Koroner

    Sunnaholomi Halakrispen - 30 September 2020 14:13 WIB
    Tahapan Penyakit Jantung Koroner
    Berikut ini adalah tahapan penyakit jantung koroner. (Foto: Ilustrasi. Dok. Marcelo Leal/Unsplash.com)
    Jakarta: Penyakit jantung koroner adalah kondisi tersumbatnya pembuluh darah jantung. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Tahapan penyakit ini mulai dari ringan, sedang, hingga berat. 

    "Fase pertama adalah di mana hanya ada penyempitan dan keluarnya hanya sekali-kali, muncul terutama saat beraktivitas. Angka motalitas di fase ini rendah," ujar dr. Antono Sutandar, Sp.JP-K dalam webinar The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic, Siloam Heart Institute, Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

    Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dan wakil ketua Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) itu memaparkan bahwa dengan obat-obatan dan intervensi, bisa mengurangi kemungkinan penderitanya masuk rumah sakit. Persentasenya, dari 20 menjadi 5-10 persen per tahun. 
     
     
     

    Tahapan fase 

    Sedangkan, pada fase lanjutan, terjadi kerusakan otot jantung yang meluas. Sehingga, menyebabkan gagal jantung. Dengan penanganan yang tepat, angka kematian yang awalnya di atas 50 persen di tahun pertama berhasil dikurangi menjadi 25 persen.

    "Kelainan struktural terutama, otot jantung dan katup. Kalau ada kelainan katup dan mulai ada pembatasan dalam aktivitas atau hasil dari darah menunjukkan sudah ada gagal jantung ringan, dua per tiga dari kasus dalam dua tahun akan menjadi lebih parah dan di fase ketiga ketika ada gagal jantung," paparnya.

    Ia menekankan, operasi berhasil mengurangi risiko kematian dari 50 persen dalam dua tahun, menjadi 50 persen dalam 10 tahun. Selain itu, ada juga kondisi kelainan irama jantung.

    "Kelainan irama jantung, kalau di fase pertama risikonya sangat rendah untuk terkena gagal jantung atau pingsan dan jatuh, atau risiko kena stroke atau jantung berhenti mendadak," jelasnya.

    Seseorang dengan penyakit kardiovaskular bukan hanya berisiko lebih parah ketika terkena covid-19, namun juga berisiko dari penyakit kardiovaskular karena mereka takut mencari perawatan ke rumah sakit. Namun, perawatan harus dilakukan secara intensif agar tidak memburuk.
     
     
     

    Fase selanjutnya

    "Di fase kedua, sudah mulai ada keluhan dan dari faktor risiko kami bisa menghitung apakah Anda di risiko menengah atau tinggi untuk di fase ketiga. Di fase ketiga ini sudah berdampak pada fungsi jantung. Sehingga bisa kena stroke atau jantung berhenti mendadak," ucapnya.

    Pimpinan Siloam Heart Institute (SHI) dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV mengatakan, semua pasien beserta pendamping, wajib melakukan rapid test. Bahkan, para tenaga medis di Rumah Sakit Siloam Hospitals Kebon Jeruk pun rutin menjalani rapid test.

    Sementara itu, pasien yang akan menjalani tindakan operasi harus melakukan swab test. Apabila ditemukan hasil rapid test dan swab test positif, maka pasien harus dirujuk terlebih dahulu untuk penyembuhan, demi menekan angka penyebaran covid-19.

    "Jika Anda memerlukan pelayanan medis lanjutan, janganlah menunda. Di SHKJ serangkaian protokol kesehatan dilakukan untuk memastikan keselamatan Anda dan kami," pungkas dr. Maizul.


    (TIN)
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id