comscore

Berantas Kanker Paru-paru dengan Metode Imunoterapi

Dhaifurrakhman Abas - 03 Maret 2019 12:45 WIB
Berantas Kanker Paru-paru dengan Metode Imunoterapi
dr. Sita Andarini SpP(K), Ph.D, dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Foto: Abas/Medcom.id)
Ada cara lain untuk mengobati kanker paru-paru selain kemoterapi dan operasi. Yaitu dengan melakukan metode Imunoterapi

Jakarta:
Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit yang bertanggung jawab atas tingginya kematian manusia di seluruh dunia. Kanker timbul disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru akibat merokok dan gaya hidup tak sehat.
Secara umum, sistem pertahanan tubuh manusia akan mendeteksi sel-sel kanker yang beredar dalam tubuh, lalu mebunuhnya. Tetapi, sel kanker paru termasuk yang terpintar. Sel bisa mengelabuhi sistem pertahanan tubuh hingga tak terdeteksi oleh sistem imun.

“Kanker ini sangat pintar. Ia memiliki kemampuan untuk lari dari radar sistem imun tubuh kita, sehingga sering tidak terdeteksi oleh sistem imun,” kata dr. Sita Andarini SpP(K), Ph.D, dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, baru-baru ini di Jakarta.

Sita mengatakan, ada beberapa cara medis dalam memberantas penyakit kanker paru-paru. Misalnya saja kemoterapi dan operasi. Meski begitu, teranyar, para ahli medis telah menemukan pengobatan yang baru untuk melawan kanker paru-paru, yaitu dengan metode imunoterapi.

“Beberapa penelitian menunjukkan, pasien kanker paru yang diberikan imunoterapi memiliki respon terapi yang lebih baik ketimbang kemoterapi. Perkembangan tumor yang bisa dihentikan dan memperpanjang harapan hidup,” ungkap Sita.

Baca juga: Ketika Trastuzumab Tak Lagi Diberikan Kepada Pasien Kanker Payudara

Sita bilang, konsep imunoterapi adalah memberdayakan sel-sel imun agar lebih aktif melawan sel kanker. Secara ringkas, imunoterapi merupakan cara “memperpintar” sel imun tubuh agar bisa mendeteksi sel-sel kanker paru, yang tadi mengelabui.

Sementara itu, Kepala Departemen Patologi Klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Lisnawati, SpPK, menjelaskan, sel-sel imun dalam tubuh tersebut diaktifkan untuk melawan sel kanker, dengan menggunakan obat pembrolizumab atau anti PD-L1.

Pembrolizumab tersebut lantas akan bekerja dengan cara memutus ikatan antara reseptor PD1 yang ada di sel-sel limfosit T dengan PD-L1 yang ada di permukaan sel-sel kanker. Jika berhasil dipisah, sistem imun akan bisa memberantas sel kanker yang semula tak terdeteksi.

“Terapi anti PD-L1 dimaksudkan untuk memutus ikatan PD1 dengan PD-L1, sehingga sel T kembali aktif membunuh sel-sel tumor,” jelas dia.

Berantas Kanker Paru-paru dengan Metode Imunoterapi
Kepala Departemen Patologi Klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Lisnawati, SpPK. (Foto: Abas/Medcom.id

Tetapi, imunoterapi tidak bisa langsung diterpakan pada pasien kanker paru-paru. Para pasien harus diperiksa dahulu oleh tim medis. Biasanya, imunoterapi hanya efektif jika diberikan pada pasien yang sudah mengalami ekspresi PD-L1 lebih dari 50 persen.

“PD-L1 ini sangat individual, artinya hanya efektif diberikan pada pasien kanker paru yang sel-sel tumornya menunjukkan ekspresi PD-L1 lebih dari 50 persen,” tambahnya.

Adapun dalam penelitian yang dilakukan, Anti PD-L1 pembrolizumab bisa membuat pasien kanker paru mengalami masa tumor tidak berkembang selama 10 bulan. Hasil ini didapatkan melalui pengamatan di Rumah Sakit Persahabatan pada pasien-pasien yang diberikan imunoterapi dengan metode pembrolizumab.

“Dari pengamatan terhadap pasien yang sudah berlangsung 21 bulan dan 50 persen pasien masih bertahan,” tandasnya.

(FIR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id