Beberapa Pengobatan yang Potensial untuk Covid-19

    Raka Lestari - 10 April 2020 14:04 WIB
    Beberapa Pengobatan yang Potensial untuk Covid-19
    ada beberapa jenis pengobatan yang memiliki potensi untuk menyembuhkan pasien covid-19. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Sampai saat ini memang belum ditemukan obat yang digunakan untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi covid-19. Namun ada beberapa jenis pengobatan yang memiliki potensi untuk menyembuhkan pasien covid-19 ini.

    Dan meskipun memang belum dapat dibuktikan, seperti dilansir The Healthy, ada beberapa pilihan yang menurut para peneliti diharapkan bisa efektif melawan covid-19 sebagai berikut:

    Convalescent plasma 

    Convalescent plasma adalah plasma dari pasien yang telah pulih dari covid-19 dan yang darahnya mengandung antibodi untuk melawan virus. “Anda bisa mengambil antibodi dari orang-orang yang positif terinfeksi yang kemudian berhasil disembuhkan, lalu diberikan kepada pasien-pasien lain yang juga terinfeksi covid-19,” ujar Gregory Poland, MD, seorang profesor kedokteran dan penyakit menular di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.

    Sebelumnya, metode convalescent plasma ini sudah digunakan untuk mengobati campak, SARS, dan penyakit menular lainnya meskipun memang belum diketahui bagaimana reaksinya terhadap covid-19.

    Hydroxychloroquine dan chloroquine

    Hydroxychloroquine dan chloroquine merupakan obat yang sudah ada selama beberapa dekade dan saat ini digunakan untuk mengobati malaria dan kondisi autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis, Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

    “Kedua obat ini diketahui memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membuatnya efektif terhadap peradangan karena covid-19,” ujar Mahalia S. Desruisseaux, MD, dari Infectious Diseases Society of America (IDSA). Mereka juga dapat mengganggu kemampuan virus untuk bereplikasi dalam kultur sel tetapi belum terbukti secara pasti terhadap manusia. 

    Remdesivir

    Remdesivir adalah obat antivirus eksperimental yang awalnya dikembangkan untuk memerangi Ebola, menurut World Health Organization (WHO). Meskipun gagal melawan infeksi ganas itu, ia telah menunjukkan efektivitas terhadap MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dalam uji laboratorium dan hewan.

    Dan karena MERS dan SARS berasal dari satu family, para ahli berhipotesis bahwa remdesivir mungkin juga bekerja melawan covid-19.

    Azithromycin

    Azithromycin dalah antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri termasuk pneumonia, bronkitis, penyakit menular seksual, dan infeksi sinus, di antara kondisi lainnya. “Antibiotik tidak efektif melawan penyakit virus, tetapi azythromycin disebutkan juga berpotensi jika pasien juga mengembangkan pneumonia bakteri, kata Dr Poland. 





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id