Risiko Penggunaan Microwave

    Sunnaholomi Halakrispen - 24 September 2020 06:10 WIB
    Risiko Penggunaan <i>Microwave</i>
    Ilustrasi-Freepik
    Jakarta: Microwave salah satu alat yang digunakan untuk memasak maupun memanaskan masakan. Meskipun Anda menghindari plastik dalam microwave, ada potensi risiko lain dari memanaskan makanan menggunakan microwave.

    Hal tersebut termasuk pemanasan yang tidak merata dan suhu tinggi yang digunakan. Maka, pertimbangkan untuk menggunakan gelombang mikro untuk memanaskan kembali, daripada memasak, karena mungkin memasak tidak merata.

    "Bergantung pada porsi makanan yang dipanaskan, akan ada beberapa bagian yang lebih panas dari yang lain," ujar Francisco Diez-Gonzalez, profesor keamanan pangan di Universitas Georgia, dikutip dari BBC.

    "Temperatur akan berbeda di setiap bagian makanan. Sulit untuk mencapai suhu yang benar-benar seragam, terutama saat membicarakan makanan mentah," tambahnya.

    Namun, penting untuk diperhatikan bahwa memanaskan kembali makanan juga memiliki risiko. Makanan harus dipanaskan sampai seluruhnya mencapai 82 derajat celcius untuk membunuh bakteri berbahaya. Lantaran bakteri masih dapat tumbuh setiap kali makanan kembali dingin, Anda tidak boleh memanaskan kembali makanan lebih dari sekali.

    Suhu microwave yang tinggi juga dapat menimbulkan risiko. Secara umum, suhu yang lebih tinggi tidak menjadi masalah, tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan risiko terkait dengan memasak beberapa makanan bertepung di microwave, termasuk sereal dan umbi-umbian.

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id