Influenza Tidak Sama dengan Selesma

    Kumara Anggita - 11 Desember 2019 06:06 WIB
    Influenza Tidak Sama dengan Selesma
    Influenza adalah penyakit menular yang paling umum diderita para pelancong mancanegara dan bisa dicegah dengan vaksin. (Ilustrasi/Pexels).
    Jakarta: Banyak orang yang salah mengenal penyakitnya. Contohnya tidak bisa membedakan antara Selesma (Common Cold) dengan influenza.

    Prof. Dr. dr. Iris Rengganks, SpPD, K-AI, FINASIM., Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia, menekankan bahwa influenza tidak sama dengan selesma.

    Berikut membedakan gejalanya:

    - Demam

    Selesma : jarang
    Influenza : tiba-tiba, seringkali demam tinggi, berakhir dalam tiga hingga empat hari.

    - Sakit kepala

    Selesma : jarang
    Influenza : sering

    - Nyeri dan pegal

    Selesma : ringan
    Influenza : biasa terjadi dan sering sangat sakit

    - Lemah

    Selesma : jarang dan lemah
    Influenza : sedang sampai berat, bisa sampai satu bulan

    - Terbaring di tempat tidur

    Selesma: jarang
    Influenza : seing bisa sampai 5-10 hari.

    - Pilek

    Selesma : sering
    Influenza : kadang-kadang

    - Bersin-bersin

    Selesma : biasa
    Influenza : kadang-kadang

    - Tenggorokan sakit

    Selesma : biasa
    Influenza : kadang-kadang

    - Batuk

    Selesma : kadang-kadang, ringan-sedang
    Influenza : biasa, bisa menjadi parah

    - Komplikasi yang bisa terjadi

    Selesma : Sinus atau infeksi telinga
    Influenza : Pneunomia, gagal ginjal, gagal hati, dapat mengancam jiwa.

    Untuk menghindari tertular penyakit ini, Ketua Indonesia Influenza Founfation (IIF) Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita SpA(K), PhD., menganjurkan Anda untuk mengubah gaya hidup.

    "Kita bisa memulainya dengan menjalankan gaya hidup sehat yanh dapat meminimalkan penyebaran virus. Misalnya mencuci tangan dan menutup mulut serta hidung ketika bersin," ujarnya di Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Tak hanya itu, WHO juga merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan sebagai cara paling efektif untuk mencegah influenza.

    "Influenza adalah penyakit menular yang paling umum diderita para pelancong mancanegara dan bisa dicegah dengan vaksin. Vaksinasi influenza merupaka cara yanh efektif untuk mencegah infeksi virus influenza," lanjutnya.

    Prof. Dr. dr. Iris Rengganks, SpPD, K-AI, FINASIM., Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia, menekankan Anda untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan. "Secara medis, respons imunitas tubuh terhadap vaskinasi menurun seiring waktu, sehingga vaksinasi influenza harus dilakukan setahun sekali untuk proteksi yang lebih optimal. Selain itu, strain virus influenza yang dominan menyebar di seluruh dunia berubah setiap tahunnya sehingga formula vaksin flu harus disesuaikan setiap tahun," paparnya.

    Menurut dr. Dhani Arifandi, Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, influenza adalah 'virus pintar'. Dia bisa berubah setiap tahun untuk menyerang sistem kekebalan tubuh.

    "Vaksinasi merupakan investasi kesehatan di masa depan. Semua orang, termasuk yang sehat pun, beresiko terkena influenza," terangnya.

    Oleh karena itu, kami pun bermitra dengan Kementrian Kesehatan, Indonesia Influenza Foundation, dan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksin influenza, khususnya menjelang musim liburan akhjr tahun.

    "Kami berharap, masyarakat dapat melakukan pencegahan melalui vaksinasi influenza sehingga dapat menjalani hidup yang bermakna," jelasnya.

    Jadi, jangan ragu untuk melakukan vaksinasi influenza agar hal buruk tak terjadi pada Anda.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id