Kenali Gejala Anemia pada Anak

    Torie Natalova - 23 Maret 2019 08:00 WIB
    Kenali Gejala Anemia pada Anak
    Kenali Gejala Anemia pada Anak (Foto: istock)
    Jakarta: Anak-anak rentan kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia. Zat besi merupakan mineral yang penting dari hemoglobin, protein yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen dalam darah dan menjaga jaringan tubuh berfungsi normal.

    Anemia defisiensi zat besi sering terjadi pada anak-anak antara usia 6 bulan dan 3 tahun, terutama ketika mereka tidak mendapatkan nutrisi yang baik. Rendahnya penyerapan zat besi adalah penyebab utama anemia defisiensi zat besi pada anak-anak. Tubuh mendapatkan zat besi melalui makanan dan juga mendaur ulangnya dari sel darah merah tua.

    Beberapa faktor penyebab anemia defisiensi zat besi seperti pola makan yang buruk, ketidakmampuan tubuh menyerap zat besi, kehilangan darah yang lambat dan berkepanjangan, konsumsi berlebihan susu sapi terutama ketika susu sapi menggantikan ASI alergi, keracunan timbal.

    Pada tahap awal, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga sulit mengetahuinya sejak dini untuk diobati. Seiring waktu, anemia defisiensi zat besi pada anak dapat menyebabkan beberapa hal berikut:

    1. Warna kebiruan atau sangat pucat dari sklera di mata
    2. Kuku rapuh dan kulit pucat
    3. Nafsu makan berkurang
    4. Kelemahan dan kelelahan yang berkepanjangan
    5. Sakit kepala dan pusing
    6. Lekas marah dan kekurangan energi
    7. Kesulitan bernapas
    8. Berat badan turun

    Mencegah anemia defisiensi zat besi pada anak dapat dilakukan dengan dua langkah dasar yakni meningkatkan nutrisi dan pemeriksaan kesehatan. Dalam langkah memberikan nutrisi yang tepat, anak-anak setidaknya mendapatkan ASI hingga berusia 6 bulan. ASI memungkinkan penyerapan zat besi yang lebih baik dan merupakan kunci untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh.

    Jika tidak minum AsI, makanan yang diberikan harus diperkaya dengan zat besi seperti buah-buahan, sayuran dan daging tanpa lemak. Seiring pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, mereka hanya menyerap sedikit zat besi dari makanan yang dikonsumsi. Untuk mendapatkan jumlah yang diperlukan (sekitar 8-10 mg sehari), penting untuk memasukkan makanan yang tinggi zat besi dalam makanan mereka.

    Beberapa contoh makanan yang tinggi zat besi seperti daging tanpa lemak, ikan dan makanan laut, telur, kacang, lentil, kedelai, hati sapi, havermut, selai kacang, jus plum, kacang-kacangan, bayam dan biji-bijian utuh. Jika makanan tidak banyak membantu mengurangi anemia, dokter mungkin akan memberikan suplemen zat besi.


     

    (ELG)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id