Ciri-ciri Gangguan Kesehatan Mental Usia 25-35 Tahun

    Sunnaholomi Halakrispen - 22 Februari 2020 07:09 WIB
    Ciri-ciri Gangguan Kesehatan Mental Usia 25-35 Tahun
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Kesehatan mental merupakan hal penting yang harus selalu diperhatikan, karena menyangkut rasa nyaman dalam menjalani hidup. Ternyata, pada orang berusia 25-35 tahun, tidak jarang terjadi gangguan kesehatan mental.

    Agar memperjelas, ketahuilah sejumlah ciri-ciri yang menggambarkan gejala gangguan kesehatan mental terhadap orang dewasa itu. Hal ini disampaikan oleh Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi.

    "Mudah marah, meskipun hanya terhadap masalah kecil. Kemudian, suasana perasaan mudah berubah-ubah, antara sedih dan gembira bisa berubah dalam sesaat," ujar Efnie kepada Medcom.id.

    Ciri-ciri lainnya, orang tersebut cenderung akan menarik diri dari situasi sosial dan pergaulan yang biasanya dijalani. Kemudian, merasa tidak bersemangat dalam menghadapi hidup.

    "Lalu, muncul psikosomatis atau mudah sakit saat ada masalah atau stres," paparnya.

    Sementara itu, dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, setidaknya ada tiga kategori gangguan kesehatan mental yang umum terjadi. Di antaranya, stres, gangguan kecemasan, dan depresi.

    Stres merupakan kondisi adanya tekanan yang terasa sangat berat. Baik tekanan secara emosi ataupun tekanan mental. Ciri-ciri orang yang mengalami stres, mencakup terlihat gelisah, cemas, dan mudah tersinggung.

    Ciri-ciri Gangguan Kesehatan Mental Usia 25-35 Tahun
    Ciri-ciri orang yang mengalami stres, mencakup terlihat gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. (Foto Ilustrasi: Pexels)

    Dampaknya memengaruhi perubahan sikap dan kesehatan fisik bagi penderitanya. Kondisi gangguan kesehatan mental ini akan mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, bahkan berisiko memicu terjadinya depresi.

    Ketegori kedua, gangguan kecemasan. Kondisi ini dialami ketika mengalami rasa cemas yang berlebihan dan sulit dikendalikan. Kondisi psikologis tersebut berlangsung secara konstan dan memengaruhi aktivitas dalam kehidupan.

    Ciri-cirinya, sulit tidur, badan gemetar, otot tegang, jantung berdebar lebih cepat, sesak napas, sakit perut atau kepala. Kemudian, mengalami kesemutan, mulut terasa kering, dan mengeluarkan keringat berlebihan.

    Gangguan kesehatan mental yang terakhir, depresi. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa sedih berkepanjangan. Bahkan, bisa terjadi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

    Kondisi psikologis yang satu ini sangat memengaruhi perasaan atau emosi, serta kondisi fisik. Selain itu, memicu terjadinya perubahan perilaku menjadi negatif, seperti menyakiti diri sendiri atau bahkan upaya bunuh diri.

    Gejalanya, merasa sedih yang berkepanjangan hingga menangis, merasa bersalah, kehilangan ketertarikan atau motivasi untuk melakukan suatu aktivitas. Penderita depresi juga kerap kali merasa khawatir yang berlebihan, sulit membuat keputusan, mudah tersinggung, menyakiti diri sendiri, serta kehilangan kepercayaan diri dan kepercayaan terhadap orang lain.

    Sementara itu, kondisi kesehatan mental yang baik ialah terjadinya rasa tentram atau damai dalam menjalani proses kehidupan. Demikian juga menghargai orang lain dan menggunakan potensi diri secara maksimal untuk tujuan positif.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id