Dokter: Mengonsumsi Minuman Beralkohol tak Bisa Membunuh Korona

    Raka Lestari - 05 Februari 2020 14:40 WIB
    Dokter: Mengonsumsi Minuman Beralkohol tak Bisa Membunuh Korona
    Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI. (Foto: Raka/Medcom.id)
    Jakarta: Novel coronavirus atau Virus Korona yang akhir-akhir ini cukup menghebohkan penyebarannya, membuat banyak orang merasa khawatir. Tak pelak banyak mitos muncul yang dipercaya dapat membunuh virus yang datang dari Kota Wuhan, Tiongkok tersebut.

    Salah satu mitos yang beredar luas adalah, virus korona dapat dibunuh dengan meminum minuman beralkohol. Minuman ini dianggap dapat membunuh virus korona. Menanggapi mitos tersebut, Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI, mencoba meluruskannya.

    “Kalau kita makan, bukan berarti makanan yang dikonsumsi beredar di darah. Kalau kita makan atau kita minum itu diproses terlebih dahulu mulai dari mulut yang terdapat kelenjar liur yang dapat mengubah beberapa zat,” ujar Dr.dr. Sukamto, yang merupakan Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan Rumah Sakit Universitas Indonesia.

    “Belum lagi nanti ke lambung. dDi lambung ada usus 12 jari yang menghasilkan apa yang disebut dengan insulin. Jadi begitu dia masuk ke mulut kemudian ke lambung, si alkohol tadi diubah menjadi gula atau glukosa dan sebagain di metabolisme berakhir di liver yang disebut dengan detoksifikasi," sambung Dr Sukamto dalam acara Media Briefing terkait Corona Virus, di kawasan Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 4 Februari 2020.

    Dokter Sukamto mengatakan bahwa, seseorang yang sudah kecanduan alkohol pada dosis tertentu maka bisa menyebabkan kerusakan pada liver.

    "Bisa menyebabkan fatty liver atau pelemakan hati atau keracunan akut. Jika seseorang minum alkohol dengan kadar yang pekat bisa merusak liver," terangnya.

    Hal itulah yang sering terjadi di Eropa dan Amerika. Komponen utama dari alkohol akan menjadi gula dan tidak bisa membunuh virus tertentu kalau beredar dalam darah.

    "Alkohol juga tidak masuk ke dalam bagian saluran pernapasan yang terinfkesi korona. Justru yang ada bisa merusak hati yang menjadi salah satu penyebab utama menurunnya daya tahan tubuh," tegas dr. Sukamto.

    Padahal, daya tahan tubuh sangat penting dalam mencegah penularan virus corona itu sendiri. Bukan malah diasupi dengan alkohol yang justru membuat tubuh rentan menghadapi virus.

    Untuk itu diperlukan nutrisi. Yaitu dengan pola makan seimbang, istirahat yang cukup dan berhenti merokok bagi perokok. Itu bisa menjadi menjadi cara untuk menjaga agar daya tahan tubuh tetap kuat dalam mencegah masuknya berbagai jenis virus yang ada di lingkungan sekitar.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id