Tantangan untuk Menkes Baru

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Oktober 2019 17:44 WIB
    Tantangan untuk Menkes Baru
    Nila Moeloek menggelar acara ramah tamah dengan awak media di akhir masa jabatannya. (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI)
    Jakarta: Mengatasi persoalan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia bukan persoalan yang mudah diselesaikan. Setidaknya kalimat itu tugas berat Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

    Jelang berakhirnya masa jabatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Moeloek, Sp.M, sebagai Menteri Kesehatan RI, ia menyampaikan tantangan yang akan dihadapi penggantinya. Salah satunya, soal tenaga kesehatan.

    "Saya terus terang, tantangan di SDM tenaga kesehatan masih kurang. Kita barangkali tidak bisa mengaturnya dengan baik, padahal Fakultas Kedokteran lebih dari 80, lulusan dokter 10-12 ribu," ujar Nila di kediamannya, Komplek Mikasa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 21 Oktober 2019.

    Lulusan kedokteran bahkan dikatakannya mencapai 15 ribu-an. Namun, kata Nila, tidak banyak yang terlihat mengabdi bertugas di daerah atau pedalaman. Padahal, daerah-daerah di pedalaman membutuhkan banyak tenaga medis.

    Tantangan untuk Menkes Baru
    (Nila Moeloek diberikan kenang-kenangan oleh para awak media di acara ramah tamah pada masa akhir jabatannya. Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI)

    "Semua beralih ke kota yang padat, artinya memang tidak ada. Perawat 45 ribu, SMK keperawatan ini belum kita bereskan. Kemudian bidan, tapi untuk bidan kita minta Dikti mereka ada moratorium," paparnya.

    Pertimbangan dilakukannya moratorium penting untuk diperhatikan. Sebab, kualitas pendidikan bagi tenaga kesehatan sangat diperlukan, dibandingkan dengan kuantitas.

    "Karena kita butuh kualitas dibanding kuantitas, di samping Kemenkes tentu menyediakan fasilitas kesehatannya. Fasilitas puskesmas, mendirikan rumah sakit pratama, untuk mengimbangi akses dari daerah ke rumah sakit diberikan rujukan," tuturnya.

    Persoalan stunting akibat kurang nutrisi juga masih menjadi tantangan Bangsa Indonesia. Permasalahan kesehatan satu ini berdampak bagi tumbuh kembang anak-anak hingga dewasa.

    Sementara itu, hingga saat ini belum diketahui siapa pengganti Nila sebagai Menteri Kesehatan RI periode 2019-2024. Meskipun, telah banyak beredar pencantuman sejumlah nama pengganti Nila. Mulai dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia hingga dokter di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id