5 Penyebab Sistitis setelah Berhubungan Seks

    Torie Natalova - 22 Agustus 2019 18:05 WIB
    5 Penyebab Sistitis setelah Berhubungan Seks
    Cara terbaik untuk mencegah sistitis setelah berhubungan seks adalah mengosongkan kandung kemih Anda segera setelah berhubungan intim. (Foto: Rawpixels)
    Sistitis adalah peradangan pada kandung kemih. Cara terbaik untuk mencegah sistitis setelah berhubungan seks adalah mengosongkan kandung kemih Anda segera setelah berhubungan intim.

    Jakarta:
    Sebanyak 60 persen wanita akan menderita sistitis setidaknya sekali dalam hidup mereka. Angka ini berdasarkan penelitian internasional dan sebanyak 80 persen dari kasus sistitis akibat hubungan seksual.

    Sistitis adalah peradangan pada kandung kemih. Kebanyakan orang percaya bahwa sistitis sama dengan infeksi saluran kemih. Namun, sebenarnya dua kondisi ini berbeda.

    Infeksi saluran kemih melibatkan mikroorganisme, bakteri yang paling umum. Sistitis termasuk jenis peradangan yang dapat dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu sistitis bakteri dan sistitis tidak menular.

    Sintitis bakteri disebabkan oleh mikroorganisme dan dalam kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri E.coli. Dalam kasus ini, mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui uretra, kemudian berkembang biak dan membentuk koloni bakteri.

    Meski sebagian besar kasus sistitis disebabkan bakteri E.coli yang berlebihan, kondisi ini juga dapat bermanifestasi karena penyebab yang tidak menular. Adapun beberapa penyebab sistitis yang tidak menular yaitu benda asing seperti kateter yang dipakai terlalu lama, obat-obatan khususnya kemoterapi, bahan kimia dalam produk pembersih kewanitaan, terapi radiasi, dan sistitis intersitial yang merupakan peradangan kandung kemih kronis tanpa sebab yang jelas.

    Sistitis setelah berhubungan seksual

    Secara ilmiah, seks adalah faktor risiko terbesar sistitis pada wanita. Menurut sebuah penelitian, wanita yang melakukan hubungan seksual lebih dari empat kali sebulan, menggunakan kontrasepsi, dan melakukan hubungan seks dalam 30 hari terakhir, lebih cenderung mengembangkan sistitis.

    Karenanya, ada sebutan khusus untuk infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan seks yakni sistitis poscoital. Penelitian mengidentifikasi setidaknya lima penyebab infeksi saluran kemih pada wanita.

    1. Kontrasepsi oral

    Kontrasepsi oral memodifikasi siklus haid wanita dan aksi alami hormon pada tubuh wanita. Kontrasepsi oral ini melemahkan lapisan kandung kemih atau selaput lendir dan ini dapat memfasilitasi kolonisasi bakteri seperti E.coli karena perlindungan kandung kemih berkurang.

    2. Kondom

    Bahan kondom dapat memengaruhi mukosa saluran kemih wanita yang dapat membuatnya lebih rentan terhadap infeksi dan memfasilitasi perkembangbiakan bakteri.

    3. Masuknya bakteri

    Seks mendukung kolonisasi bakteri dari lingkungan luar ke dalam saluran kemih wanita. Selain itu, organ vital pria dapat bertindak sebagai pembawa atau gerakan yang terlibat dalam tindakan sesual yang memicu sistitis.

    4. Kebiasaan membersihkan setelah berhubungan intim

    Salah satu faktor pemicu utama sistitis setelah hubungan seks adalah kebersihan wanita. Ketika wanita tidak buang air kecil segera setelah hubungan intim, bakteri yang masuk cenderung tetap berada di kandung kemih dan berkembang biak.

    5. Trauma uretra

    Seks melambangkan trauma pada uretra wanita yang sangat dekat dengan vagina. Gerakan berulang dalam tindakan seksual melemahkan saluran kemih wanita yang mendukung masuknya bakteri dari luar.

    Cara terbaik untuk mencegah sistitis setelah berhubungan seks adalah mengosongkan kandung kemih Anda segera setelah berhubungan intim. Cara sederhana ini dapat mengangkut bakteri yang mungkin masuk ke uretra dan kandung kemih sehingga mencegah kolonisasi bakteri di dalam sistem kemih Anda.

    Jika memungkinkan, kosongkan juga kandung kemih sebelum berhubungan seks karena dapat meningkatkan pertahanan tubuh. Minum air yang cukup untuk merangsang produksi urine dan juga mencegah sistitis.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id