Penyebab dan Cara Pengobatan Skoliosis

    Torie Natalova - 20 Juli 2019 16:29 WIB
    Penyebab dan Cara Pengobatan Skoliosis
    Penyebab dan Cara Pengobatan Skoliosis (Foto: istock)
    Jakarta: Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang membelok atau melengkung ke samping. Skoliosis dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, tetapi umumnya skoliosis sering dimulai selama percepatan pertumbuhan sebelum masa pubertas.

    Menurut konsultan bedah tulang belakang Colin Nnadi, skoliosis seringkali tampak seperti bentuk S saat berputar dan melengkung. Tingkat keparahan dapat sangat bervariasi dari kasus ke kasus dan untuk kasus yang sangat parah dapat sebabkan kelumpuhan.

    Ada banyak jenis skoliosis yang berbeda tetapi masuk dalam tiga kategori utama seperti idiopatik, bawaan dan neuromuskuler.

    1. Skoliosis idiopatik

    Ini jenis skoliosis yang paling umum dan pada dasarnya berarti aksus skoliosis tanpa penyebab pasti. Banyak dari kasus ini didiagnosis selama masa remaja, selama pertumbuhan mendadak yang dialami banyak remaja.

    2. Skoliosis bawaan

    Ini adalah bentuk kondisi skoliosis yang disebabkan oleh cacat tulang belakang saat lahir. Bentuk skoliosis bawaan atau kongenital ini hanya mempengaruhi 1 dari 10 ribu bayi baru lahir.

    3. Skoliosis neuromuskuler

    Ini mengacu pada bentuk skoliosis yang dianggap sekunder akibat gangguan yang mendasari sumsum tulang belakang, otak atau sistem otot. Bentuk skoliosis ini dapat terjadi ketika saraf dan otot di sekitar tulang belakang tidak dapat mendukung kondisi tersebut.

    Ketika kategori-kategori tersebut terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun, maka penting untuk merawat skoliosis sesegera mungkin untuk mencegah masalah fungsi paru-paru dan jantung yang dapat berlangsung seumur hidup.
     

    Gejala skoliosis

    Gejala skoliosis akan berbeda-beda tergantung pada keparahan kasus dan penyebabnya. Namun, tetap ada beberapa tanda utama skoliosis yang dapat Anda perhatikan seperti tulang belakang yang tampak melengkung, bahu tidak rata, bahu, pinggul dan tulang rusuk mencuat di satu sisi, bersandar ke satu sisi, nyeri otot atau rasa tidak nyaman di bagian belakang.

    Kebanyakan penderita skoliosis tidak mengalami komplikasi yang signifikan. Tetapi, mereka yang mengalami skoliosis parah dapat merasakan sakit, masalah pernapasan atau kompresi saraf.

    Kebanyakan penderita skoliosis pada anak-anak maupun dewasa tidak memerlukan perawatan dan hanya memantau melalui rontgen untuk memastikan kelengkungan tidak meningkat atau menyebabkan rasa tidak nyaman. Anak-anak dan remaja yang mengalami skoliosis, dapat diberikan penyangga di bagian belakang untuk dipakai dalam periode waktu tertentu dengan tujuan mencegah kelengkungan semakin memburuk seiring pertumbuhan mereka.

    Sedangkan untuk kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk meluruskan tulang belakang. Operasi ini biasanya hanya disarankan dilakukan pada orang dewasa dan anak-anak yang sudah berhenti berkembang.



     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id