Autisme Rentan Terlibat Perundungan Saudara dan Teman

    Dhaifurrakhman Abas - 25 Juli 2019 14:39 WIB
    Autisme Rentan Terlibat Perundungan Saudara dan Teman
    Ilustrasi. Shutterstock
    Sebuah studi mengungkapkan, pada usia 11 tahun, dua pertiga anak dengan autisme diintimidasi saudara kandung. Intimidasi berkurang terjadi ketika mereka mencapai usia 14 tahun.


    Jakarta:
    Anak-anak dengan autisme rentan mengalami viktimisasi berganda. Selain diintimidasi teman sebaya di sekolah, mereka juga sering mengalami perundungan oleh saudara kandung ketika berada di rumah.

    Hal itu diungkapkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Autism and Developmental Disorders. Studi menyebut anak-anak dengan autisme lebih cenderung dintimidasi saudara kandung ketimbang anak-anak yang tidak memiliki autisme.

    "Anak-anak dengan autisme mengalami kesulitan dengan interaksi sosial dan komunikasi, yang mungkin memiliki implikasi terhadap hubungan mereka dengan saudara kandung," kata penulis studi Umar Toseeb dari University of York, seperti dikutip Times of India.

    Toseeb mengatakan, dalam perspektif evolusi, saudara kandung dapat dianggap sebagai pesaing untuk mendapatkan sumber daya orang tua seperti kasih sayang, perhatian, dan barang materi. Dalam hal ini, menurut Toseeb, anak-anak dengan autisme lebih mungkin mendapatkan akses prioritas ke sumber daya orang tua tersebut.

    “Hal ini yang mengarah pada terjadinya konflik dan intimidasi di antara saudara kandung," ujar Toseeb.

    Pada peneliti tersebut, Toseeb dan rekan penelitinya melakukan penelitian terhadap lebih dari delapan ribu anak-anak yang terdiri dari 231 anak-anak yang memiliki autisme. Survei dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan intimidasi yang dilakukan saudara kandung dalam suatu keluarga.

    Tim peneliti lantas menanyakan pada peserta survei tentang seberapa sering mereka dipukul atau disakiti oleh saudara dan kawan mereka secara sengaja. Mereka juga ditanyakan seberapa sering pelaku mengintimidasi mereka.

    Studi ini mengungkapkan, pada usia 11 tahun, dua pertiga anak dengan autisme dilaporkan terlibat dalam beberapa bentuk intimidasi saudara kandung. Intimidasi mulai berkurang terjadi ketika mereka mencapai usia 14 tahun.

    “Anak-anak dengan autisme masih lebih mungkin terlibat dalam intimidasi saudara kandung dua arah, sebagai korban dan pelaku,” ujar Toseeb.

    Menurut Toseeb, anak-anak yang terlibat dengan intimidasi saudara kandung mengalami kesulitan emosional dan perilaku.  Kesulitan tersebut bisa berdampak dalam jangka panjang maupun jangka pendek. “Ini berlaku pada anak, terlepas dari apakah mereka menderita autisme atau tidak,” tandasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id