Kesehatan Wanita Berdasarkan Kondisi Menstruasi

    Sunnaholomi Halakrispen - 07 April 2019 14:22 WIB
    Kesehatan Wanita Berdasarkan Kondisi Menstruasi
    Wanita mengalami menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu. (Foto Ilustrasi: Alexandra Gorn/Unsplash.com)
    Jakarta: Banyak hal tentang menstruasi. Seperti seberapa sering Anda mendapatkannya, berapa lama durasinya berlangsung, dan seberapa berat yang Anda rasakan. Bagi masing-masing wanita, hal tersebut ada kadarnya.

    Sebagian dari ketiga hal itu bisa memberikan petunjuk tentang apa yang terjadi di tubuh wanita. Namun, ketika wanita menggunakan metode hormonal kontrasepsi, mereka tidak dapat mengandalkan hal terkait menstruasi tersebut.

    Untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuh wanita atau tentang kesehatan, perhatikan apa yang normal bagi tubuh kaum hawa ini. Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan bisa menjadi acuan tentang kondisi tubuh.

    1. Aliran berat

    Sekitar sepertiga wanita mengeluh kepada dokter kandungan mereka tentang ini. Berat berarti perlu mengganti pembalut setiap jam atau lebih atau pada malam hari.

    Wanita mengalami menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu. Bisa juga dilihat ketika mereka mengeluarkan gumpalan darah yang lebih besar dari seperempat pembalut.

    Mungkin ada masalah dengan organ atau hormon reproduksinya. Infeksi seperti penyakit radang panggul, beberapa kelainan darah, obat pengencer darah (termasuk aspirin) adalah kemungkinan penyebabnya.

    2. Lelah

    Ketika wanita kehilangan darah melalui periode yang berat, mereka kehilangan sel darah merah dan itu dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Satu studi menemukan 5 persen wanita usia subur terpengaruh.

    Jika wanita sesak napas, merasa lemah dan lelah, terlihat pucat, dan juga detak jantung yang lebih cepat, pergi ke dokter. Lakukanlah tes darah sederhana untuk memberi tahu apakah Anda butuh perawatan.

    3. Periode yang terlewat

    Penyebab paling umum adalah kehamilan. Tetapi stres, ketidakseimbangan hormon, kekurangan berat badan, jaringan parut, dan beberapa obat juga dapat menghentikan menstruasi.

    Jika mengalami telat setidaknya tiga kali berturut-turut, segera temui dokter. Gejala lain yang dimiliki akan membantu dokter mengetahui apa yang terjadi.

    Misalnya, pertumbuhan rambut ekstra, jerawat, dan kesulitan mengendalikan berat badan. Bukan tidak menutup kemungkinan siklus menstruasi menjadi tidak teratur ketika mereka mendekati usia menopause.

    Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Operasi Caesar

    4. Periode awal

    Mendapatkan haid sesering setiap tiga minggu masih bisa normal. Mungkin perlu beberapa tahun setelah periode pertama untuk menyelesaikan jadwal, di mana saja dari 24 hingga 38 hari.

    Lebih banyak olahraga, penurunan berat badan, dan stres, dapat mengubah siklus. Jika menstruasi mulai kurang dari 24 hari terpisah, tanyakan kepada dokter.

    5. Kram

    Lebih dari setengah wanita yang mengalami menstruasi nyeri di perut, paha, atau punggung mereka. Rasa sakit itu terjadi selama satu atau dua hari setiap bulannya, tepat sebelum atau saat mestruasi dimulai.

    Beberapa wanita juga merasa mual dan lelah atau diare. Bisa juga kram pada kontraksi otot rahim. Untungnya, hal ini cenderung membaik seiring bertambahnya usia dan mungkin berhenti setelah Anda memiliki bayi. Jika tidak membaik dalam beberapa waktu, periksakan ke dokter.

    6. Masalah di kamar mandi

    Apakah pernah sakit ketika buang air kecil atau buang air besar, atau mengalami diare atau sembelit saat wanita sedang menstruasi?

    Ini mungkin hal-hal yang membantu mengarahkan dokter ke diagnosis endometriosis. Terutama, ketika wanita memiliki gejala lain, seperti menstruasi yang berat atau kram yang buruk.

    7. Sakit kepala dini berkala

    Sakit kepala di sekitar permulaan menstruasi setiap bulan bisa terkait dengan penurunan kadar estrogen atau pelepasan prostaglandin. Ini disebut migrain menstruasi.

    Wanita mungkin tidak mengenalinya sebagai migrain karena tidak ada aura dan tahan lebih lama dari jenis lainnya. Obat penghilang rasa sakit antiinflamasi seperti asam mefenamat dan naproxen dapat membantu mencegahnya. Atau tanya ke dokter mungkin ingin mencoba menjaga kadar estrogen untuk tetap stabil.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id