Amankah Melakukan Perawatan Kulit dan Rambut pada Masa Pandemi Ini?

    A. Firdaus - 20 Juli 2020 20:10 WIB
    Amankah Melakukan Perawatan Kulit dan Rambut pada Masa Pandemi Ini?
    Perawatan kulit dan rambut mulai menjadi kebutuhan ketika masa adaptasi kebiasaan baru telah dilakukan oleh masyarakat. (Foto: Dok. ERHA)
    Jakarta: Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, aktivitas masyarakat dan kegiatan bisnis perlahan mulai berangsur normal. Meskipun banyak penyesuaian yang harus diterapkan.

    Saat ini masyakarat pun sudah kembali beraktivitas, bekerja di kantor, atau pun pergi ke pusat perbelanjaan. Tak ayal kebutuhan memanjakan diri seperti melakukan perawatan kulit atau rambut pun perlu diperhatikan.

    Tapi amankah melakukan perawatan kulit dan rambut pada masa pandemi covid-19 ini? Tenang saja, ada beberapa klink perawatan kulit yang telah melakukan beberapa terobosan agar konsumen tetap aman melakukan perawatan. Salah satunya yang dilakukan ERHA sebagai salah satu pelopor Personalized beauty and wellnes clinic, berikut ini:

    1. Protokol keamanan

    Memasuki era adaptasi kebiasaan baru, penting menerapkan safety protocol yang ketat demi menciptakan kenyamanan bagi pelanggan di klinik, dan menjamin seluruh pelayanan dilakukan secara aman. Sehingga konsumen dapat kembali melakukan pelayanan kesehatan kulit ataupun rambut tanpa rasa khawatir.

    Merujuk pada table yang dikeluarkan oleh Texas Medical Association, dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan, berkunjung dan menunggu di ruang dokter masuk dalam tahapan risiko moderate low.

    Amankah Melakukan Perawatan Kulit dan Rambut pada Masa Pandemi Ini?
    Social distancing wajib dilakukan ketika berada di klinik. (Foto: Dok. ERHA)


    Dan organisasi kesehatan di Indonesia pun menganjurkan, sebaiknya bagi yang ingin ke rumah sakit atau intitusi kesehatan lainnya, hanya untuk permasalahan yang sangat penting.

    "Walaupun demikian, kami tetap beroperasi penuh dengan selalu melakukan protap kesehatan menyeluruh seperti melakukan penyemprotan disinfektan ruangan konsul dokter, setiap ganti konsumen dan hal lainnya," ujar Ferry Budianto, selaku Head of Channel Marketing, ERHA.

    2. Kemudahan akses konsumen

    Selain menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, seperti screening kesehatan, penting juga menyediakan kemudahan akses bagi konsumen dalam membuat janji temu konsultasi. Cara ini berguna meminimalisasi antrean dan penumpukan konsumen di klinik, sehingga social distancing tetap terjaga.

    3. Penyediaan APD

    Selain itu, usaha untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, di ERHA juga melakukan bentuk usaha terbaik setiap harinya. Agar area klinik tetap steril dan terjaga, seperti dengan penyediaan 2.767 masker dan 105 liter hand sanitizes per hari untuk para dokter terapis, dan staff yang bekerja.

    Tak hanya itu, setidaknya ada 4.567 pasang sarung tangan sekali pakai, 5.534 face shield per dua minggu, dan 715 goggles agar prosedur yang dijalankan selalu higienis dan aman.

    "Penting untuk menjaga kepercayaan konsumen setia agar mereka tidak perlu merasa takut dan ragu-ragu untuk kembali ke klinik perawatan kesehatan kulit atau rambut," terang Amriel Aditya selaku Senior Manager Public Relations.

    "Dan tentunya kesadaran konsumen kami harapkan juga tinggi, sehingga ketika berkunjung ke klinik kami juga menggunakan masker, face shield (jika mungkin) dan selalu menjaga jarak," tutup Amriel.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id