Pemerintah Rekomendasikan Aplikasi Telemedicine untuk Pahami Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 19 April 2020 20:06 WIB
    Pemerintah Rekomendasikan Aplikasi Telemedicine untuk Pahami Covid-19
    Telah banyak layanan telemedicine yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta. Di antaranya Halodoc, SehatQ, GrabHealth, KlikDokter, Pro Sehat, Dokter Sehat, dan lainnya. (Foto: Pexels.com)



    Jakarta: Penularan penyakit covid-19 (new coronavirus) masih terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengonsumsi berita yang akurat dan terpercaya tentang penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

    Salah satu langkah yang bisa menjadi rekomendasi masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar covid-19 ialah telemedicine. Mulai dari pemahaman hingga cara pencegahan.

     



    "Layanan konsultasi medis diharapakan bisa kita lakukan dengan teknologi, ini ditujukan untuk mengurangi pergerakan untuk menuju ke rumah sakit yang sudah barang tentu meningkatkan risiko penularan," ujar Juru Bicara Pekerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Kantor BNPB.

    Telah banyak layanan telemedicine yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta. Meski banyak variasi telemedicine, namun telah terintegrasi bersama-sama. 

    "Oleh karena itu, kita harapkan untuk semua masyarakat yang membutuhkan konsultasi medis bisa menggunakan fasilitas ini dalam mengurangi risiko terpapar penyakit ini," paparnya.

    Terdapat banyak telemedicine yang bisa dengan mudah diakses masyarakat. Di antaranya, Halodoc, SehatQ, GrabHealth, KlikDokter, Pro Sehat, Dokter Sehat, Link Medis Sehat, dan Data Enzim.

    Anda hanya perlu mengunduh aplikasi telemedicine tersebut di AppStore atau PlayStore. Kemudian, Anda bisa mengakses telemedicine dengan sepuasnya tanpa khawatir lagi tentang sebaran informasi hoaks dari media sosial.

    Sementara itu, lantaran penularan masih terjadi lebih banyak dan serius, ini masalah bersama-sama. Yuri menekankan bahwa hanya kita yang bisa menyelesaikannya dan kita harus pastikan agar tidak tertular dan tidak menulari. 

    "Maskerku melindungi kamu, maskermu melindungi aku. Hargai dan bantu mereka melaksanakan isolasi mandiri, jangan diskrikinatif, dan tidak boleh menolak jenazah," pungkasnya.


    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id