Bagaimana Penyakit Jantung Rematik Muncul? - Medcom

    Bagaimana Penyakit Jantung Rematik Muncul?

    Raka Lestari - 20 September 2019 11:23 WIB
    Bagaimana Penyakit Jantung Rematik Muncul?
    Dr. dr. Amiliana M Soeasanto, Sp. JP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. (Foto: Raka/Medcom.id)
    Jakarta: Rematik biasanya identik dengan kondisi yang berkaitan dengan sendi atau otot. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa jantung juga bisa mengalami rematik jantung. Penyakit ini memang masih belum banyak yang mengetahuinya, tetapi rematik jantung bisa menjadi sangat berbahaya terutama jika tidak ditangani.

    Dr. dr. Amiliana M Soeasanto, Sp. JP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menjelaskan, penyakit jantung rematik itu sebenarnya berawal dari masa anak-anak. Mereka kalau terkena infeksi tenggorokan dengan kuman tertentu yang bernama Strepcoccus tipe A.

    "Nah kuman itu akan menimbulkan suatu penyakit yang namanya demam rematik akut. Demam rematik akut itu adalah sebetulnya suatu jenis dari penyakit imunologis,” ujar Dr. dr. Amilia dalam acara AFCC di kawasan ICE BSD City, Kamis, 19 September 2019.

    “Jadi kalau seorang anak terkena infeksi tenggorokan dengan kuman tadi dan kemudian timbul proses yang disebut dengan demam rematik akut, anak itu bisa (tidak selalu) lama-lama bisa terkena penyakit jantung rematik. Jadi itu adalah suatu proses yang panjang, yang kronis,” terang Amilia. 

    Infeksi pertama anak-anak terjadi pada usia sekolah, bisa dari 5-15 tahun. Tetapi penyakit rematik jantung itu bisa timbul pada saat seorang berusia 20 atau 30-an. Selama itu, belum tentu bisa mendeteksi bahwa anak ini sudah ada bibit-bibit untuk terkena penyakit demam rematik. Sebab biasanya anak-anak cuma dianggap sakit tenggorokan. Jadi tidak ada kecurigaan ke arah situ.

    Pada dasarnya, rematik jantung adalah infeksi yang kemudian ada reaksi imunologis dari anak. Jadi reaksi imun dalam badan, mengenali jaringan dalam badan si anak itu sebagai "musuh".

    "Ada proses-proses radang menahun atau inflamasi menahun dan karena reaksi imun sehingga jaringannya dirusak pelan-pelan. Kemudian akan timbul gejala kalau kerusakan sudah sedemikian signifikan, sehingga menimbulkan misalnya sesak nafas atau bahkan terkadang seseorang penderita tidak tahu kalau dia sudah cukup berat sakitnya selama belum diperiksa ke dokter," sambung Amalia.

    Ketika sudah usia 20 atau 30-an baru memeriksa ke dokter, dan jika terjadi bising jantung biasanya akan langsung diperiksakan ke EKG. Dari situlah baru diketahui terkena rematik jantung atau tidak. Dan menurut laporan, orang yang menderita penyakit jantung rematik 40 persen itu tidak ketahuan riwayatnya dulu kalau dia pernah ada demam rematik.

    Menurut dr. Amilia penyebab penyakit jantung rematik baru diketahui pada usia 20-30 tahun. Sebab sudah mulai ada keluhan, cepat lelah, sesak nafas, dan segala macam tanda gagal jantung yang sudah mulai terlihat pada saat itu.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id