Manfaat Terapi Musik

    Dhaifurrakhman Abas - 06 Agustus 2019 16:01 WIB
    Manfaat Terapi Musik
    Ilustrasi--(Foto: Popsugar)
    Musik dianggap mampu memberikan tambahan energi. Varietas musik berbeda juga digunakan sesuai kebutuhan spesifik para pendengarnya.


    Jakarta: Tidak salah rasanya jika musik merupakan bahasa universal. Sebab musik dapat dinikmati siapa saja tanpa memandang usia.

    Bagi beberapa orang, musik dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan. Musik dianggap mampu memberikan tambahan energi saat rutinitas mulai menyibukkan.

    Bukan hanya itu. Varietas musik berbeda juga digunakan sesuai kebutuhan spesifik para pendengarnya.

    Ada musik ceria yang biasa digunakan untuk menaikkan suasana hati. Musik aliran bertempo cepat yang digunakan saat olah raga. Adapula deretan lagu mendayu-dayu  yang pas didengarkan ketika hati sedang galau.

    Bagaimanapun, musik terhubung dengan suasana hati. Tak ayal, musik sering digunakan sebagai media terapi yang baik untuk meningkatkan suasana hati yang sedang turun serta melepaskan beban berat yang selama ini tertanam di benak.

    Melansir Times of India, terapi musik disebut membantu terapis mengidentifikasi pemicu yang menyebabkan gangguan mental seseorang. Terapi musik bekerja dengan memasuki keadaan paralel kesadaran para pasien yang terhubung ke otak.

    Otak pasien yang mendengar musik bakal memproses setiap ritme dari melodi. Dengan cara ini, pikiran pasien menjadi tenang karena energi negatif tersingkirkan.Dengan menghilangkan energi negatif, musik juga membantu pasien berkonsentrasi lebih baik.

    Musik juga sering digunakan oleh para dokter selama prosedur medis. Hal ini berfungsi untuk menenangkan simpul kognitif atau ketegangan di otak para pasien.Ketika mendengarkan musik, otot-otot dalam tubuh bereaksi dengan cepat terhadap irama secara otomatis.

    Musik juga didengarkan melalui koneksi saraf yang sama pada saat seseorang berbicara. Oleh karena itu, musik secara efektif membantu anak-anak mengembangkan kemampaun berkomunikasi dengan lebih baik.

    Selain itu musik juga membuat pasien stroke mampu untuk berbicara lagi. Terapi musik juga telah digunakan untuk mengobati depresi, autisme, sindrom Asperger, dan bahkan gangguan stres pasca-kognitif.

    Masih dari sumber yang sama, terapis yang menggunakan musik dalam metode perawatan. Biasanya melibatkan berbagai alat seperti instrumen bermain, gambar yang dipandu, suara bersenandung atau bahkan menulis lagu untuk menyelesaikan masalah. Dengan demikian, terapi musik secara efektif membantu orang-orang dari segala usia dalam  menangani masalah kesehatan.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id