Kemenkes Terus Melakukan Penelitian terkait Virus Korona

    Raka Lestari - 05 Februari 2020 15:08 WIB
    Kemenkes Terus Melakukan Penelitian terkait Virus Korona
    Dr. dr. Vivi Setiawaty, M. Biomed. (Foto: Raka/Medcom.id)
    Jakarta: Novel coronavirus (2019-nCov) atau virus korona terus membuat banyak orang di seluruh dunia khawatir. Pasalnya hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus yang datang dari Kota Wuhan tersebut.

    Berdasarkan data dari WHO per 5 Februari 2020, secara global sudah ditemukan 20.600 kasus dengan kasus kematian sebanyak 425. Indonesia sendiri sampai saat ini belum ditemukan kasus novel coronavirus. Kendati demikian, sampai saat ini pemerintah masih terus melakukan penelitian lebih lanjut mengenai virus tersebut.

    “Kalau untuk mendeteksi virus ini, kami di Indonesia sudah ada. Faktor iklim dan cuaca sampai saat ini masih terus diteliti,” ujar Dr. dr. Vivi Setiawaty, M. Biomed.

    “Ini masih merupakan virus baru, sehingga kami pun masih mengikuti perkembangan yang telah dilakukan negara-negara lain karena mereka juga kan masih terus mencari tahu,” tambah Dokter Vivi yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Balitbangkes), di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

    Jika pasien yang diduga terkena coronavirus memberikan hasil negatif. menurut dr. Vivi, maka akan terus dilakukan pemantauan.

    Surveillance akan tetap dilakukan, baik oleh Dinas Kesehatan setempat atau fasilitas kesehatan untuk melakukan pemantauan terus menerus. Sehingga jika ada kasus serupa bisa dilaporkan," sambungnya.

    Selain itu, banyak orang juga yang merasa khawatir bahwa penularan barang-barang yang berasal dari daerah asal novel coronavirus, yaitu Kota Wuhan Provinsi Hubei, dapat berpengaruh dalam menularkan virus tersebut. Padahal, menurut dr. Vivi, hal tersebut masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

    “Ini kan virusnya respiratory infection, WHO juga sudah merilis bahwa penularannya melalui droplet. Lalu apakah barang-barang bisa menyebarkan virus tersebut? Sampai saat ini memang penelitiannya belum ada. Jadi memang belum bisa dipastikan," tegasnya.

    Jenis virus corona baru (bernama 2019-nCoV) telah ditemukan di Tiongkok. Kasus tersebut pertama kali muncul pada akhir Desember 2019 lalu. 

    Virus ini masuk ke dalam kategori coronavirus yang dapat menyebabkan demam, kesulitan bernapas, radang paru-paru dan diare. Beberapa jenis berpotensi menyebabkan kejadian yang fatal, namun beberapa jenis lainnya hanya menyebabkan flu biasa yang realitf ringan. Virus corona sendiri masih satu keluarga dengan MERS dan SARS.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id