Vaksin Korona Tiongkok Disetujui untuk Digunakan dalam Jajaran Militer

    Sunnaholomi Halakrispen - 30 Juni 2020 16:11 WIB
    Vaksin Korona Tiongkok Disetujui untuk Digunakan dalam Jajaran Militer
    Militer Tiongkok telah menyetujui vaksin coronavirus untuk digunakan dalam jajarannya militer. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Militer Tiongkok telah menyetujui vaksin coronavirus untuk digunakan dalam jajarannya yang telah dikembangkan oleh unit penelitian dan perusahaan bioteknya. Hal itu disampaikan perusahaan tersebut pada Senin, 29 Juni 2020.  

    Dikutip dari Bangkok Post, organisasi di seluruh dunia berlomba menemukan cara untuk mengobati dan mencegah patogen mematikan, yang pertama kali muncul di kota Wuhan di China itu. Sejak saat itu, virus baru ini telah ada di 213 negara di dunia menurut Worldometers info/coronavirus.

    Lebih dari setengah dari 17 kandidat vaksin yang diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sedang dalam evaluasi klinis melibatkan perusahaan atau lembaga Tiongkok. 

    Salah satunya, CanSino Biologics yang terdaftar di Hong Kong, mengatakan bahwa data dari uji klinis menunjukkan bahwa vaksin militer Tiongkok memiliki profil keamanan yang baik dan berpotensi untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh new coronavirus (covid-19).

    CanSino pun menyatakan bahwa Komisi Militer Pusat Tiongkok menyetujui penggunaan vaksin pada 25 Juni 2020, selama satu tahun.

    Vaksin ini dikembangkan bersama oleh CanSino dan Institut Bioteknologi Beijing, bagian dari Akademi Ilmu Kedokteran Militer. Namun, penggunaannya tidak dapat diperluas tanpa persetujuan lebih lanjut.

    Sementara itu, tidak jelas seberapa luas vaksin tersebut akan digunakan dalam pasukan militer Tiongkok yang sangat besar. Kementerian Pertahanan negara setempat pun tidak menjawab permintaan konfirmasi kepada media tentang hal itu.

    Namun, menurut CanSino, hal itu tidak dapat menjamin vaksin, yang memiliki uji klinis fase satu dan dua yang dilakukan di Tiongkok, pada akhirnya akan dikomersialkan. Sementara sebanyak 131 kandidat vaksin lain yang terdaftar oleh WHO berada dalam fase pra-klinis.

    Hingga saat ini, belum ada satu pun yang disetujui untuk penggunaan komersial terhadap penyakit covid-19.

    Menurut jurnal medis The Lancet sudah ada lebih dari 1000 uji klinis pada lusinan perawatan farmasi untuk virus ini, tetapi tidak ada intervensi medis yang benar-benar efektif yang ditemukan.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id