Bolehkah Penderita Anemia Melakukan Diet Vegan?

    Raka Lestari - 15 Oktober 2019 17:02 WIB
    Bolehkah Penderita Anemia Melakukan Diet Vegan?
    Ilustrasi--Pexels
    Jakarta: Diet vegan merupakan diet yang tidak mengonsumsi makanan berbasis hewan. Banyak orang yang menganggap bahwa diet vegan merupakan pilihan yang lebih baik.

    Hal itu mungkin tidak berpengaruh, jika Anda memiliki kondisi tubuh yang normal. Namun bagaimana jika Anda mengalami anemia? Apakah dengan melakukan dite vegan akan mengganggu kesehatan Anda yang mengalami anemia?

    "Anemia adalah istilah untuk kekurangan sel darah merah dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kelemahan dan lebih banyak masalah kesehatan jika bertambah parah," kata ahli gizi terdaftar Diana Gariglio-Clelland, kepada Bustle.

    Gejala lain dari anemia termasuk kelelahan, detak jantung tidak teratur, pusing, dan tangan dan kaki dingin.

    Untuk mendiagnosis seseorang mengalami anemia atau tidak, tentunya diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Namun anemia tentu dapat dipengaruhi diet Anda.

    Gariglio-Clelland menambahkan bahwa nutrisi tertentu dapat membantu membangun sel darah merah, seperti zat besi dan vitamin B12. Nutrisi ini ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti telur, daging merah, ayam, dan susu, yang tentunya tidak termasuk dalam diet vegan.

    “Jika Anda berhenti mengonsumsinya, diet vegan berpotensi rendah zat besi dan B12. Namun, melakukan diet vegan bisa aman jika Anda melalukan diet vegan dengan melakukan pencegahan yang tepat,” ucapnya.

    Untuk menghindari anemia saat diet vegan, disarankan makan makanan kaya zat besi seperti kacang-kacangan, buah kering, biji-bijian yang diperkaya zat besi. Selain itu juga sayuran berdaun hijau gelap.

    “Anda bahkan dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati, dengan memakannya bersama dengan makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk,” ujar Lindsay.

    Nutrisi yang mungkin lebih sulit Anda dapatkan dari diet vegan adalah vitamin B12. "B12 lebih sulit didapat dari sumber vegan, tetapi suplemen bisa menjadi pilihan yang baik,” kata Gariglio-Clelland.

    Anda juga dapat bertanya kepada dokter Anda tentang suplemen vitamin B12. Mereka dapat membantu Anda mengetahui apakah Anda mengalami kekurangan vitamin B12 atau nutrisi lainnya sehingga mereka bisa menawarkan perawatan untuk membantu mengatasinya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id