Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Terinfeksi Covid-19?

    Raka Lestari - 16 Maret 2020 11:50 WIB
    Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Terinfeksi Covid-19?
    CDC mengatakan respons kekebalan terhadap covid-19 masih belum dipahami sampai saat ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Kasus virus korona covid-19 di seluruh dunia saat ini sudah mencapai sekitar 136.390 kasus. WHO juga sudah menetapkan kasus ini merupakan sebuah pandemi. Meskipun terjadi peningkatan kasus di berbagai negara, di Tiongkok, di mana kasus ini berasal justru mengalami penurunan. 

    Walaupun tingkat pemulihannya menjanjikan, itu tidak berarti bahwa mereka yang telah terinfeksi coronavirus masih tidak berisiko, karena para ahli percaya memiliki virus itu sekali tidak berarti Anda tidak dapat sakit lagi.

    Hingga saat ini, ada lebih dari 5.000 kematian akibat coronavirus secara global. Namun, sebagian besar orang yang terinfeksi covid-19 memiliki penyakit ringan dan sembuh, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Li QinGyuan, direktur pencegahan dan perawatan radang paru-paru di China Japan Friendship Hospital di Beijing mengatakan bahwa mereka yang telah terinfeksi covid-19 mengembangkan antibodi pelindung, tetapi tidak jelas berapa lama perlindungan tersebut berlangsung. 

    "Namun, pada individu tertentu, antibodi tidak dapat bertahan selama itu," kata Li kepada USAToday. "Bagi banyak pasien yang telah sembuh, ada kemungkinan kambuh."

    Pada anak-anak, saat ini diyakini bahwa virus menyebabkan perkembangan "setidaknya kekebalan jangka pendek".

    "Tidak ada yang tahu pasti, tetapi kebanyakan anak-anak kemungkinan mengembangkan setidaknya kekebalan jangka pendek terhadap virus korona spesifik yang menyebabkan Covid-19," Dr Peter Jung, asisten profesor pediatri di University of Texas Medical School di Houston mengatakan kepada The Huffington Post. 

    "Tetapi seperti halnya flu yang dapat bermutasi, demikian juga covid-19, dapat membuat seseorang rentan untuk mendapatkan kembali infeksi," sebut Chelsea Ritschel dalam 'Coronavirus: Can You Get Covid-19 Twice or Does It Cause Immunity?'

    Dilansir dari Independent.co.uk, menurut sebuah penelitian, orang dengan infeksi ringan dapat dites positif terkena virus melalui metode swab.

    Akan tetapi, itu tidak berarti tidak mungkin tertular penyakit lagi, terutama pada mereka yang immunocompromised (Pasien immunocompromised adalah mereka pasien yang mekanisme kekebalan tubuh kekurangan karena gangguan).

    "Respons kekebalan terhadap covid-19 masih belum dipahami sampai saat ini,” menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan. 

    “Pasien dengan infeksi MERS-CoV tidak mungkin terinfeksi kembali tidak lama setelah mereka pulih, tetapi belum diketahui apakah perlindungan kekebalan yang serupa akan terjadi pula pada pasien covid-19.”





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id