6 Penyebab Dehidrasi

    Sunnaholomi Halakrispen - 15 Agustus 2020 08:21 WIB
    6 Penyebab Dehidrasi
    Terkadang tidak memungkinkan untuk mengonsumsi cukup cairan karena kita terlalu sibuk. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Penyebab dasar dehidrasi ialah tidak minum cukup air, kehilangan terlalu banyak air, atau kombinasi keduanya. Namun, ada hal lain yang bisa menjadi penyebab terjadinya dehidrasi.

    Dikutip dari Medical News Today, terkadang tidak memungkinkan untuk mengonsumsi cukup cairan karena kita terlalu sibuk. Bisa juga karena kekurangan fasilitas untuk minum atau berada di daerah yang tidak memiliki air minum seperti saat hiking atau berkemah. Berikut penyebab lainnya.

    1. Diare

    Diare adalah penyebab paling umum dari dehidrasi dan kematian terkait. Usus besar menyerap air dari bahan makanan, dan diare mencegah hal ini terjadi. Tubuh mengeluarkan terlalu banyak air, menyebabkan dehidrasi.

    2. Muntah

    Kondisi muntah menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Selain itu, juga membuat sulit untuk mengganti air dengan meminumnya.

    3. Berkeringat

    Berkeringat merupakan mekanisme pendinginan tubuh melepaskan sejumlah besar air. Cuaca panas dan lembab serta aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan kehilangan cairan akibat keringat. 

    Demikian pula, demam dapat menyebabkan peningkatan keringat. Juga dapat membuat pasien dehidrasi, terutama jika disertai diare dan muntah.

    4. Diabetes

    Kadar gula darah tinggi menyebabkan peningkatan buang air kecil dan kehilangan cairan. Maka, segera tangani kebutuhan cairan tubuh ketika terdeteksi diabetes.

    5. Sering buang air kecil

    Sering buang air kecil biasanya disebabkan oleh diabetes yang tidak terkontrol. Tetapi, juga dapat disebabkan oleh alkohol dan obat-obatan seperti diuretik, antihistamin, obat tekanan darah, dan antipsikotik.

    6. Luka bakar

    Pada kondisi adanya luka bakar, pembuluh darah bisa rusak, menyebabkan cairan bocor ke jaringan sekitarnya.

    Sementara itu, meski dehidrasi bisa terjadi pada siapa saja, beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar. Salah satunya, atlet.

    Atlet, terutama yang mengikuti acara ketahanan, seperti maraton, triathlon, dan turnamen bersepeda. Sebab, dehidrasi dapat merusak kinerja olahraga, seperti yang dijelaskan artikel ini.

    Kemudian, orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal, cystic fibrosis, alkoholisme, dan gangguan kelenjar adrenal. Selain itu, paling sering pada bayi dan anak-anak, karena diare dan muntah.

    Dehidrasi pada orang dewasa yang lebih tua (lansia) juga sering terjadi. Terkadang hal ini terjadi karena mereka kurang minum air, sehingga tidak perlu sering-sering bangun ke toilet. Ada juga perubahan di otak, artinya rasa haus tidak selalu terjadi.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id