Obat HIV tak Ampuh Tangani Pasien Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 06 Juli 2020 17:04 WIB
    Obat HIV tak Ampuh Tangani Pasien Covid-19
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Uji coba obat antivirus yang biasanya diberikan dalam mengobati pasien HIV, telah dilakukan oleh ilmuwan di Inggris. Uji coba itu dilakukan secara acak dengan berskala besar, namun dinyatakan obat itu tidak bermanfaat bagi pasien covid-19.

    Dikutip dari EWN, para ilmuwan membandingkan 1.596 pasien yang diberi lopinavir-ritonavir dengan 3.376 pasien dalam kelompok kontrol. Hasilnya, mereka tidak menemukan perbedaan pada kematian, lamanya durasi rawat inap di rumah sakit, atau risiko pemakaian ventilator.

    Para ilmuwan yang menjalankan uji coba Recovery di University of Oxford mengatakan bahwa, hasilnya secara meyakinkan menyingkirkan manfaat mortalitas yang bermakna dari lopinavir-ritonavir pada pasien covid-19, yang dirawat di rumah sakit.

    AbbVie Inc's Kaletra adalah kombinasi dari obat lopinavir dan ritonavir, yang digunakan bersama untuk memerangi HIV. Perusahaan telah meningkatkan pasokannya saat sedang menentukan apakah dapat digunakan untuk mengobati covid-19.

    “Hasil awal ini menunjukkan bahwa untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dengan covid-19 dan tidak menggunakan ventilator, lopinavir-ritonavir bukan pengobatan yang efektif,” ujar Peter Horby, kepala peneliti dalam percobaan itu.

    Para ilmuwan tidak dapat menarik kesimpulan tentang efektivitas kombinasi obat pada pasien yang menggunakan ventilator. Sebab, terdapat kesulitan dalam pemberian obat.

    Lopinavir-ritonavir juga sedang dipelajari dalam percobaan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Percobaan Recovery berbasis di Oxford telah memeriksa efektivitas dari enam perawatan covid-19 yang dianggap paling berpotensi, dengan melibatkan 11.800 pasien secara keseluruhan.

    Sementara itu, kelompok uji coba yang mempelajari deksametason, steroid, menemukan bahwa ternyata obat itu dapat mengurangi tingkat kematian pada pasien yang membutuhkan oksigen. Kelompok lain menemukan obat malaria hydroxychloroquine, yang disebut-sebut oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tidak bermanfaat bagi pasien covid-19.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id